Aspirasiku

Kambing Hitam

Mau posting teratur seperti sebulan yang lalu ternyata sekarang susah. Karena terbentur sejumlah aktivitas yang tentu saja sama pentingnya. Ingat saya tulis “sama pentingnya” berarti ngeblog juga penting. Penting untuk apa? Ya penting untuk apa saja, menghabiskan bandwidth dan kuota pastinya. :D *ngga usah terlalu serius lha*

Kilas balik, 3 bulan yang lalu hampir tiap 3 hari sekali posting. Posting yang berbau emosionil. Yang saya ngga suka ya saya tulis. Misalnya, saya tidak begitu suka dengan sistem abal-abal para IM yang menurut saya sesat, maka lahir tulisan Beda Ebook [...]. Pas lagi pertama kalinya orang gembar-gembor mempromosikan Pulau Komodo juga saya tulis dengan emosionil di Vote Komodo – kalau tidak percaya dengan kadar emosionilnya, silakan baca judulnya.

Kadar ingin menulis tidak turun, ide-ide emosionil sangat terjaga. Namun, medianya saja yang berbeda. Dulu mainannya di blog, sekarang mainnya di Twitter. Ya sama-sama blogging kan? Cuma beda di micro dan macro aja.  Sempat merangkum tulisan tentang perjalanan basket di hashtag #ilovebasket. Ya sesekali berganti media dan suasana itu penting bagi saya.

Ngomong-ngomong soal berganti suasana. Saya juga gemar mengganti kaos blog jelek satu ini. Tapi sebelum berganti, tentunya saya juga sering shoping donk. Main-main ke themeforest, weeb2feel, dan dimana saja tempat banyak themes dipajang. Banyak yang di download dan dicoba-coba di localhost PC. Tapi baru yang terpasang ini yang nempel di hati. Otomatis, dengan mengganti themes, pastinya akan masuk ke dashboard dan ke Cpanel kan, nah mulai dari itu tangan bisa terangsang untuk nulis di blog ini lagi.

Wah mana neeh si Kambing??

Ahh, anda-anda ini pasti sedang mengira kalau saya mencari kambing hitam karena jarang posting lagi?

Yah,, semua pasti ada titik jenuhnya. Tinggal bagaimana cara mengatasi atau membelokan isu kebosanan itu tanpa menjumpai si kambing dulu. Saya pribadi juga sedang mempelajari metode ini. Belajar merubah suasana dari yang kecil-kecil dulu. Misalkan themes ini. Dulu sangat menggemari font Georgia berukuran 14 px. Kalau tidak itu ya pakai Arial. Sekarang saya memakai Tahoma dan ukurannya 12 px. Tentunya pada satu jam pertama melihat tulisan di blog dengan tulisan segede kutu ini sangat menyebalkan! Tapi tetap mebiasakan untuk mencintai.xixixi. Dulu suka themes yang putih polos, sekarang saya tetap mempertahankannya tetapi Header dan Footer diberi gambar yang relatif berwarna. Dan ternyata bagus juga untuk menghindari efek kepolosan, yaitu kebosanan!

Jadi kesimpulannya, belokanlah keadaan stuck dengan merubah komposisi dan berimajinasilah sebelum bertemu Kambing. Sebab, kalau sudah ketemu dengan si kambing, biasanya sih semakin menjadi-jadi penyakitnya. Alasannya jadi segudang. Betul apa betul?

So, belajar menghindari si Kambing Hitam, Yuk! :)

Incoming search terms:

  • gambar kambing
  • kambing px
  • gambar kambing hitam
  • www kambing hitam
  • kambing hitam blog
  • cara mengatasi siswa yang suka mencari kambing hitam
  • prioritas blog
  • poto kambing p x
  • menghindari kepolosan
  • Mendownload gambar domba hitam

Blogger for Humanity

Suka atau tidak suka, kata-kata ini telah meluncur di account @andreansaputro ,

“Blogger jago kandang dan cuma mikirin monetize, sekali-sekali dedikasikan pengetahuan internet anda ke masyarakat.. #unfollowjikamenyakitkan.

Sungguh ekstrim dan terkesan memojokan. Tapi itulah idealisme, harus dikeluarkan daripada mengumpat dan hanya jadi follower.

Kemarin ada acara besar di Kota Solo, Solo Int’l Contemporary Ethnic Music Festival 2010 (#SIEMFest2010). Nah disitulah, kami para blogger dari komunitas blogger Bengawan, diminta untuk menyiarkan acara itu secara live lewat Streaming via internet. Tidak tanggung-tanggung, selama 5 malam penuh kami para blogger menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikiran (termasuk jempol) untuk acara di atas.

Kenapa ini investasi? Monetize donk? Bukan!! Inilah investasi blogger untuk Humanity, Goverment, dan masyarakat luas. Mungkin masyarakat Indonesia belum semuanya tau apakah itu blog, siapa itu blogger dan anggapan miring tentang internet sudah menyeruak pasca kasus seleb yang main kodok-kodokan itu. Inilah invest kami, inilah blogger yang turut mengembangkan ICT di Indonesia. Menjaga ritme perkembangan teknologi dan menyelaraskannya di kehidupan sehari-hari.

Internet tidak hanya berlaku bagi para penipu atau affiliater yang berkedok motivator, internet bisa digunakan untuk perbaikan di negri kita ini. Dengan teknologi internet, para bule di Kutub Utara pun bisa melihat kebudayaan kita. Malaysiapun mungkin meradang dengan pameran ini. Dan tentunya, peran blogger yang melek internetpun akan semakin mengedukasi masyarakat Indonesia yang lagi bertumbuh dalam penggunaan internet.

Pun dengan pemanfaatan social media, pada waktu acara diselenggarakan jempol para blogger juga aktif menyuarakan acara tersebut. Livetweet, sarana yang paling ampuh untuk mengguiding para pemirsa dari ranah twitterland. Dan nyatanya, baik Facebook atau Twitter, sama ampuhnya untuk menghandle promosi livestream di acara-acara yang kami ingin siarkan pada penggila social media.

Ini bukan motivasi blogging, bukan angin surga, bukan kata pemikat ala internet marketer. Tapi inilah kesadaran dan tindakan. Karena memang tidak ada yang menyuruh kita untuk jadi blogger, dan setiap orang pantas untuk membantu memajukan Indonesia dan Indonesia pantas mengajukan blogger sebagai ujung tombak dalam memerangi “kelabakan karena keterbelakangan teknologi”.

Kalau bukan blogger, siapa lagi?? *itu bahasa sombongnya…

Incoming search terms:

  • keterbelakangan teknologi

Helloo Twitter, Are U Ready to Tweet??

Akhirnya kembali lagi ke dunia pembloggeran. Setelah sebelumnya praktis tidak pernah menyentuh laptop maupun komputer apalagi hape untuk membuka dashboard blog ini. Kemana saja? Saya untuk pertama kalinya ikut dalam kepanitiaan #SharingSolo, dimana ada 236 blogger dari beberapa kota di Indonesia tumplek blek di kota yang terkenal dengan kesenian batiknya ini.

Yap itu sudah berlalu, terus pertanyaannya apa nih yang lagi hot saat-saat ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah epik dan balada perang ranjang si mbak Maya dan tante Cut yang berbagi peran dengan si pemeran utama yaitu kang Riel.

Sebenarnya saya pribadi ngga begitu kaget-kaget amat sih dengar berita itu, lha wong mereka aja udah dengan sengaja mengabadikan kisah kasih itu kok. Jadi kalo kesebar ya wajar, bagi kaum yang melek internetpun pasti familiar kok dengan yang namanya bokep.

Tapi yang menarik perhatian saya adalah Twitternya. Saya mendapat link film tersebut dari Twitter, baik yang pertama maupun yang kedua. Yang satu sumbernya dari ziddu dan satunya dari mediafire. Yang satunya 18 Megabyte dan versi tante Cut sebesar 51 Megabyte.

Disinilah saya mengamati bahwa Social Media itu sangat dinamis dan benar benar up to date, setiap gossip yang beredar di dunia nyata ditransformasikan di Twitter sehinggga menjadi lebih hidup. Mereka yang ngga taupun akan menjadi tau dan mungkin terlibat banyak perbincangan lewat tweet-tweet mereka yang ditujukan ke masing-masing teman sepermainan. Sikap jaim pun ngga ada ceritanya di ranah ini. Dan mungkin terkikisnya kejaiman inilah yang memacu informasi itu menyebar luas tanpa ada hambatan ini itu. Saya ngga berbicara tentang norma, etika, dan sebagainya, karena anda yang membaca ini tentunya sudah dewasa dan tahu bahwasanya teknologi itu bagaikan dua mata pisau yang sama-sama tajamnya.

Ya, dengan adanya peristiwa yang cukup menghebohkan di tengah tahun 2010 ini setidaknya saya bisa menarik beberapa pelajaran. Dan inilah yang dibutuhkan makhluk socmed, berni belajar dari realita.

Pertama, kita sendirilah yang harus pintar-pintar menjaga privasi dan harga diri. Sebab, kalau kitanya sendiri ngga bisa mengontrol, ya jangan salahkan penduduk social media yang mengumbar aurat kita. Kontrol sosial di dalam social media intinya terdapat dalam diri dan akal sehat kita masing-masing. Bukan orang lain dan ngga ada yang namanya kambing hitam.

Kedua, belajar menerima kenyataan bahwa budaya barat sudah semakin dalam merasuki kehidupan bangsa ini. Lihat saja anak-anak  SMP/SMA yang sedang pacaran. Sadiss gan!! Klamut-klamutan, remes-remesan, rangkul-rangkulan itu sudah terwajarkan dengan sendirinya. Yang mungkin di jaman dahulu gaya pacaran seperti itu sudah seperti aib.

Ketiga, agak OOT (Out Of Topics). Sekarang setiap hari saya selalu bertanya dalam hati. “Wahai twitter, kicauan apa saja yang akan engkau akan sajikan padaku untuk hari ini?” Aku akan selalu “Wait n See” perkembangan kicauanmu dari hari ke hari. Dan semoga ada kejutan-kejutan yang menarik yang bisa kutuangkan untuk tulisan di blogku tercinta ini..hehe.. :)

Bagaimana dengan anda? Semakin takut bermain twitter, atau semakin tertantang melihat realita kehidupan yang nyata-nyatanya sangat kejam ini?? Atau malah kaget dengan trending topics #arielpeterporn? :D

Incoming search terms:

  • helloo com
  • helloo

Ujian Nasional, Wildan, dan Ulasan Blogger Boy

Dinas Pendidikan sepertinya tutup mata dengan keberadaan siswa yang berprestasi. Bukankah ini tujuan dari UN yang ingin memajukan pendidikan Nasional?

Tragis benar realita Ujian Nasional (UN) dan pendidikan di Indonesia. Pinter ngga ada yang dibanggakan, kalau bodo ya ngga lulus!

TVOne hari ini sudah memberitakan sisi tragis dari UN. Di Kabar Siang ada berita tentang siswi yang nekat bunuh diri karena ngga lulus. Dan di Kabar Petang, ada wawancara antara TVOne dengan Wildan Rabani. Seorang pelajar yang memperoleh nilai tertinggi di UN dengan nilai More

Incoming search terms:

  • ulasan ujian nasional
  • realita un saat ini
  • wawancara mengenai ujian nasional
  • alasan pentingnya ujian nasional
  • ujian nasional diberhentikan dilihat dari segi ekonomi
  • ulasan tentang pendidika
  • ulasan tentang ujian
  • ulasan tentang ujian nasional
  • ulasan tentang un
  • wawancara murid mengenai ujian nasional

Hari Berganti, Risetpun Selesai

Dua artikel sebelumnya di posting di hari yang sama. Tentu bukan karena saya ingin menjadi blogger koran dan itu bukan tipe saya. Saya hanya ingin melakukan pengamatan. Saya set hanya 1 hari, karena kalau kelamaan, branding sayalah yang jadi taruhannya. Saya belum mau ambil resiko..

Pengamatan apa itu?

  • Seberapa jauh kebebasan nge-blog itu bisa diterima oleh semua pihak.
  • Bisa atau tidak memaksakan genre blog lain masuk dalam satu komunitas. More

Semangat Nulis Blogger Boy

Ngga tau kenapa hari ini (27 April 2010) ada keinginan yang begitu kuat untuk nulis di blog ini. Pengen nulis yang tidak biasa, misalnya kebebasan dalam ngeblog dan tulisan yang ini…Semangat nulis blogger boy.

Kenapa saya ingin bebas? Simple, karena saya juga tidak mau membatasi dan terbatasi. Dalam pengamatan saya selama satu tahun, banyak sekali aturan-aturan (yang menurut saya) konyol yang diciptakan para blogger-blogger yang bersliweran di berbagai domain.

Blogger terpancang dalam satu aturan dan terkesan sangat patuh dengan hal-hal tersebut. OMG,, ngga bosen apa? Itu-itu aja yang dibahas. More

Incoming search terms:

  • semangat nulis blog