Salut Kepada Pansus

Wakil Rakyat Seharusnya Merakyat
Keinginan untuk menjadi mahasiswa Ilmu Politik menjadi latar belakang saya untuk menulis artikel ini. Sayang, takdir berkata lain. Saya tersesat di Fakultas Ilmu Komputer! :rain:
Artikel ini cuma sebagai curhat dari mahasiswa yang “Sok Politik”. Boleh donk sekali-sekali curhat soal politik??! Masak, cuma orang tua aja yang bisa ngomong politik.
Apa yang lagi HOT di berita televisi 3 bulan belakangan?? Tak lain dan tak bukan adalah PANSUS Century. Saya sebagai penonton pasif, cukup puas dengan tontonan berita-berita di televisi, mengalahkan kepuasan saya menonton sinetron Safa dan Marwah. :wowcantik Alurnya oke, improvisasi artis DPR nya juga tidak mengecewakan. Apalagi yang namanya Si “Poltak” Ruhut Sitompul. (hebat banget lho tuh orang, kemampuan “Nge-les” lawan politiknya di atas rata-rata!) Meskipun saya tetap meganggap kalo si Ruhut itu HOAX! :hoax Tapi yang membuat saya ngga keukeuh adalah kejutan-kejutan yang terjadi dari awal sampai akhir episode Pansus.
Berbeda dengan sinetron, yang alurnya bisa di tebak. Di Pansus, ngga mudah bagi seorang pasive viewer untuk menebak alur pansus. Berita hari ini mungkin ngga ada hubungannya dengan hari kemarin, karena perubahannya amat sangat jauh dari relatifitas sebab-akibat. Jadi, ngga ngikutin satu episode saja, udah ngga bisa deh ngikutin jalan ceritanya. Inilah yang ngga bisa ditiru oleh sutradara film/sinetron di Indonesia. :ngacir:
Bagi pembaca yang udah ngikutin perjalanan Pansus dari awal, atau setidaknya 3/4 bagian sebelum berakhir pasti banyak yang meleset tafsirannya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tapi sebenarnya kan pansus ngga mencari menang kalah to?? Eh, tunggu dulu. Di politik itu kan yang berkuasa akan memenangkan pendapatnya dan yang kalah akan mengikuti pendapat yang menang. Meskipun yang kalah juga ngikutinnya dengan tidak sepenuh hati.. :ngakak
Ini dia yang membuat seru dan banyak terjebak dalam menafsirkan hasil final Pansus. KOALISI dan OPOSISI. Seperti yang kita ketahui, koalisi adalah gabungan dari beberapa Parpol yang pro pemerintah, dan oposisi adalah gabungan dari parpol yang kontra dengan pemerintah. Dan tradisi politik di Indonesia itu adalah setiap pendapat dari pihak Koalisi akan menjadi pemenang (Baik benar maupun salah, baik yang pro rakyat ataupun yang hanya mempunyai alibi pro rakyat). Sangat jarang bagi pendapat kaum oposan yang dijalankan di pemerintah.
Tapi berbeda dengan hasil Pansus kali ini, pihak koalisi mengalami broken home di rumah tangganya. Istilah kerennya “Pecah Kongsi”. Banyak partai anggota koalisi selingkuh ke partai non-koalisi. Jiaahh! Pada lari semua!! Yang dulunya mendukung, sekarang malah menyebrang. Koalisi yang dulunya powerfull sekarang udah ngga berkutik ketika hasil keputusan yang diambil dari voting berkata lain terhadap pendapat koalisi. Dari sini bisa dibuktikan kalau politik itu memang kejam. Kejam ketika kawan dengan tiba-tiba bisa berubah menjadi lawan.
Namun, saya yang disini menjadi rakyat jelata (wong cilik) memberi acungan jempol kepada hasil Pansus tahun ini. Mereka tidak mempersoalkan lagi mana yang berkuasa, atau mana yang menguntungkan dari segi kepentingan. Hasil Pansus Century sudah menjadi lebih baik karena berani menyampaikan kebenaran sesuai dengan hati nurani masing-masing dan Sudah berani dalam mengambil sikap dari apa yang diyakini. Ngga cuma menjadi penjilat kaum berkuasa. Mereka sudah lebih “dare to be different”.
Semoga langkah-langkah selanjutnya bisa dijalankan dengan lebih baik. Dan semoga ini bukan hanya permainan politik yang awalnya mengambil hati rakyat tapi selanjutnya menyakiti hati rakyat.
Sekian dulu curhat dari mahasiswa “Sok Politik”, bukan bermaksud untuk “kemaki”, tapi hanya belajar bersikap “Aware” dan “Apresiatif “ terhadap negriku tercinta ini.
Pokoke, :iloveindonesia
Incoming search terms:
- foto artis jadi wakil rakyat 2011
semoga bisa terpecahkan yaa persoalan bangsa ini :cendol
Amin.. Langkah awal sudah baik,, tinggal gimana kelanjutannya.. Semoga juga tetep :thumbup:
Pada saat voting suara saya salut dengan keberanian beberapa fraksi mas, tapi setelah itu kok kasusnya seperti kurang ramai lagi yah..Apakah akan hilang seperti kasus-kasus sebelumnya ?,. Kita semua berharap para wakil rakyat tetap bisa menjalankan tugasya dengan sungguh-sungguh…
.-= Peluang Bisnis | Ricky´s last blog ..Mencari Trafic Lewat Kolom Komentar =-.
Biasanya memang begitu mas,, setelah langkah awalnya selesai ntar kasusnya hilang dengan sendirinya tergerus dengan kasus-kasus yang lain.. Tapi saya ttp optimis kalau wakil2 kita di pemerintahan sanggup untuk menyelesaikan kasus ini.. :iloveindonesia
Orientasi politik adalah kekuasaan. Kalau sudah berhubungan dengan kekuasaan, sulit dibedakan antara kebaikan dan kejahatan.
Syukurlah pansus Century telah berakhir. Setidaknya sedikit meredam gonjang-ganjing politik yang beberapa waktu memanas dan menguras energi bangsa ini.
Iya mas,, tapi kadang di negri tercinta ini kalo ngatasin kasus ngga ada yang sampai tuntas..tas..tas.. Masih dipengaruhi ini itu.. :cd
Semoga tidak membudaya lagi sistem penyelesaian kasus yg seperti itu..