Mari curcol!

Kata-kata mujarab dari seorang pacar ketika pasangannya sedang berjuang ditengah ratusan baris kode untuk sejimpit beras rojo lele. Waktu untuk konsentrasi mutlak dibutuhkan untuk menuliskan kode yang sebenarnya hanya itu-itu saja dan berwarna-warni. Handphone beraroma QWERTY atau layar sentuhpun kadang sering lupa ditaruh dimana ketika sedang khusuk menjalankan ibadah mewarnai font yang hanya itu-itu saja tadi.

Apalagi seorang newbie, waktu ekstra untuk belajar lebih banyak juga tak bisa dihindarkan. Taruhlah pagi sampai sore untuk menyelesaikan pekerjaan dan sisanya berupa kegiatan membuka browser untuk mencari referensi yang nyatanya bisa menyita waktu yang cukup banyak.

“Sebenarnya kerjaan kamu ngapain aja sih? Apa iya kerja sampai segitunya? Ga capek?”, begitulah pertanyaan lain-lainnya yang sering dihadapi.

Sampai akhirnya saya sendiri juga bertanya-tanya, apakah pekerjaan sebagai buruh kode ini terlalu absurd bagi banyak orang? Ahh biarlah waktu yang akan menjawab. :D

Catatan pinggir: Ini postingan ngambang, tak tahu arahnya kemana. wahahaha.. Kebetulan hanya nemu gambar ilustrasi dari Google dan judul-nya saya nemu dari postingan di blog mas Lantip. Dan kebetulan pas! Ya sudah, jadikan saja bahan curcol di blog. Wong konon katanya hari ini adalah Hari Blogger. x))

 

Tagged with:  
Share →

One Response to programming is like sex, ati-ati bojomu minggat

  1. bisa jadi kecanduan ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>