Jadwal NBL Indonesia 2010/2011


DOWNLOAD JADWAL NBL INDONESIA 2010/2011

Sejarah Bola Basket

Bola basket memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Tercatat sejak tahun 1930-an, walau belum resmi menjadi sebuah negara yang merdeka, beberapa kota di Indonesia telah memiliki klub-klub lokalnya sendiri.

Walaupun belum memiliki induk olahraga nasional, pada saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama yang diadakan di Solo pada tahun 1948, bola basket telah [teruskan bacanya]

Nah sudah ada jadwal NBL-nya kan? Ngapain cuma liat jadwalnya. Catat jadwal tim NBL Indonesia  favorit anda dan dukung tim anda sampek ke tiang basket. Sebaiknya, sebelum seri I dimulai (16-24 Oktober). Kita sudah bersiap untuk memulai hajatan basket di Indonesia ini. Sayang kan kalau Slogan yang diangkat NBL Indonesia, “New season, new hope, for Indonesia” terasa hambar karena kurang penonton yang kebingungan cari jadwal pertandingan. Ayo! Nonton sambil liat cewek cakep kan enak tuh. :D (di lapangan bola basket banyak yang bening-bening lho..)

Wah tunggu dulu. Kan ada 2 kompetisi kan, antara NBL dan ABL. Terangin donk kak. Oke akan diterangin garis besarnya.

NBL sama dengan kompetisi IBL yang sudah bergulir di tahun-tahun sebelumnya. Tapi untuk rebranding dan menjadikat kompetisi bola basket di Indonesia agar semakin “cihuy”, maka di bentuklah NBL.

ABL ini sistemnya beda dengan Liga Champion (dalam sepakbola).

Bukan tim juara liga di negara itu yg terpilih untuk masuk ke ABL. ABL adalah liga kerjasama antar 6 klub dari 6 negara yang berbeda. Yang berkepentingan juga 6 klub itu sendiri. Bukan liga para jawara se ASEAN. Tiap tahun hanya Satria Muda yang bermain di NBL ini.

Beda halnya dengan Garuda Bandung yg mewakili Indonesia (dan atas nama Indonesia) ke Kejuaraan Antar-Klub FIBA.

Jagan dibandingkan seperti di sepakbola, hari ini main di Liga ini besok main di liga itu. Di basket itu sulit terjadi, kalaupun bisa itu akan merugikan performa tim dan pemain2 itu sendiri. NBL pun sengaja dibikin mundur jadwalnya menjadi seperti NBA (Oktober-maret/mei) untuk menyamakan dengan jadwal2 Internasional.

Tapi ada yang sangat disayangkan dari peraturan NBL. Yaitu, pemain yang berlaga di kompetisi NBL tidak boleh bermain di kompetisi ABL. Tapi ngga usah disayangkan simak dari blog MainBasket.Wordpress.Com

Ebook Dari Seleblogger

Buku elektronik atau dengan istilah saya sendiri buku monitor saat ini tengah menjadi trend di kalangan blogger. Tak hanya untuk bahan referensi, tapi ebook sudah menjadi bahan karya yang bisa diberi apresiasi. Selain menjadi alternatif untuk berbagi secara cuma-cuma (kebanyakan ebook memang gratis), ebook bisa digunakan untuk meningkatkan kepopuleran penulisnya. Setidaknya di jagat online.

Nah, bicara tetang populer, tentunya kata ini identik dengan seleb atau orang terkenal. Sama seperti yang akan dibahas di postingan ini adalah Apresiasi Andre.Web.Id tentang ebook 3 Langkah Menjadi Seleblogger yang dibuat oleh seorang blogger Jawa Timur yang cukup nyeleb, Agus Siswoyo.

Jangan buru-buru menemukan isi ebooknya, yang nantinya akan di teas disini. Ada baiknya saya bercerita dulu tentang Agus Siswoyo. Ciri-ciri yang paling khas darinya adalah kemauan yang “Super Niat” dalam menulis. Sepertinya dia sudah mendedikasikan hidupnya untuk menulis. Blognya tidak pernah sepi dari komentar. Tulisannya pun juga tidak jauh-jauh dengan dunia blogging yang pastinya akan banyak tulisan di dalamnya. Saking semangatnya nih, Agus Siswoyo sempat mengadakan Kontes Menulis yang tidak di sangka banyak yang ikut dan meramaikannya. Termasuk saya salah satunya, meskipun belum menang :D   Yah, banyak yang bisa dipetik dari pribadi dan motivasinya dalam dunia perbloggingan di Indonesia. Entah dari niat, semangat atau ide-ide tulisannya.

Satu hal yang paling saya suka dari ebook 3 Langkah Menjadi Seleblogger ini adalah adanya peta motivasi blogging. Memetakan motivasi blogging adalah salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan berblogging. Nih ya, saya bisa tunjukan beberapa motivasi-motivasi blogging yang ada.

  • Personal Branding. Untuk motivasi jenis ini, yang dipentingkan adalah ketenaran dan mendapat nama baik dalam satu komunitas tertentu. Tulisan-tulisan blog sengaja diciptakan untuk membentuk persepsi pembaca agar percaya kepada kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki sang pemilik blog.
  • Perjuangan Idealisme. Bagi sekelompok manusia yang memiliki kesamaan visi dan misi kehidupan, membangun komunitas blog bisa menjadi media yang tepat dalammemperjuangankan idealisme mereka. Tak jarang, motivasi ini turut diselipkan upaya membangun branding bagi blogger yang berada di luar „lingkaran? mereka.
  • Menyimpan dan berbagi ilmu. Menyadari adanya keterbatasan otak manusia dalam menampung banyaknya data, maka seorang blogger menuliskan informasi yang diketahuinya ke dalam artikel. Selain untuk arsip pribadi, diharapakan juga mampu memberi manfaat kepada setiap pengunjung blog yang mampir.

Nah dari ketiga motivasi di atas (sebetulnya masih banyak – Jika anda mau mendownload :) ) bisa di ambil kesimpulan dengan bentuk pertanyaan yang mengarah ke masing-masing blogger itu sendiri, “Apa sih motivasi saya nge-blog?” atau lebih simple “Saya ngeblog untuk apa?”. Jika sudah tahu apa motivasinya ya silahkan dilanjut untuk membaca ebook tersebut dan semoga bisa menjadi selebloger yang lain supaya ada anggapan adalah semua bisa nyeleb lewat blognya masing-masing.

Sebenarnya saya dan Agus Siswoyo berbeda dalam beberapa hal karena motivasinya ngeblognya juga berbeda. Tak perlu dijelaskan apa perbedaannya, yang terpenting saya tetap menghargai motivasi ngeblog dari masing-masing blogger yang ada. Dan itu bagi saya adalah suatu hal yang sangat lumrah, punya motivasi agar menjaga blogger dan blog tetap original dalam beberapa hal. Daripada cuma latah dan tidak tahu apa motivasi ngeblognya. Kalau ditanyain orang kan bisa lucu tuh. Q: “Eh motivasi ngeblog lu apaan sih?” A: “Ngga tahu” Q: “-_-* Gimana sih?”

Yap,, itu dia tulisan saya tentang ebook dari Agus Siswoyo. Pembaca yang mau jadi selebloger atau setidaknya menemukan dan memantapkan motivasi ngeblog langsung saja mengunjungi lokasi ebook di bawah ini.

Unduh (Ina)

Download (En)

Dapatkan foto saya di ebook ini.

Silahkan bagi yang ngefans,

bisa langsung ke Lembaga Permasyarakatan.

*xixixi*

Nb: Buat Agus Siswoyo, tambah sukses dan tambah “niat” ya mas nulisnya. Congratulations for your 1st ebook!

Kambing Hitam

Mau posting teratur seperti sebulan yang lalu ternyata sekarang susah. Karena terbentur sejumlah aktivitas yang tentu saja sama pentingnya. Ingat saya tulis “sama pentingnya” berarti ngeblog juga penting. Penting untuk apa? Ya penting untuk apa saja, menghabiskan bandwidth dan kuota pastinya. :D *ngga usah terlalu serius lha*

Kilas balik, 3 bulan yang lalu hampir tiap 3 hari sekali posting. Posting yang berbau emosionil. Yang saya ngga suka ya saya tulis. Misalnya, saya tidak begitu suka dengan sistem abal-abal para IM yang menurut saya sesat, maka lahir tulisan Beda Ebook [...]. Pas lagi pertama kalinya orang gembar-gembor mempromosikan Pulau Komodo juga saya tulis dengan emosionil di Vote Komodo – kalau tidak percaya dengan kadar emosionilnya, silakan baca judulnya.

Kadar ingin menulis tidak turun, ide-ide emosionil sangat terjaga. Namun, medianya saja yang berbeda. Dulu mainannya di blog, sekarang mainnya di Twitter. Ya sama-sama blogging kan? Cuma beda di micro dan macro aja.  Sempat merangkum tulisan tentang perjalanan basket di hashtag #ilovebasket. Ya sesekali berganti media dan suasana itu penting bagi saya.

Ngomong-ngomong soal berganti suasana. Saya juga gemar mengganti kaos blog jelek satu ini. Tapi sebelum berganti, tentunya saya juga sering shoping donk. Main-main ke themeforest, weeb2feel, dan dimana saja tempat banyak themes dipajang. Banyak yang di download dan dicoba-coba di localhost PC. Tapi baru yang terpasang ini yang nempel di hati. Otomatis, dengan mengganti themes, pastinya akan masuk ke dashboard dan ke Cpanel kan, nah mulai dari itu tangan bisa terangsang untuk nulis di blog ini lagi.

Wah mana neeh si Kambing??

Ahh, anda-anda ini pasti sedang mengira kalau saya mencari kambing hitam karena jarang posting lagi?

Yah,, semua pasti ada titik jenuhnya. Tinggal bagaimana cara mengatasi atau membelokan isu kebosanan itu tanpa menjumpai si kambing dulu. Saya pribadi juga sedang mempelajari metode ini. Belajar merubah suasana dari yang kecil-kecil dulu. Misalkan themes ini. Dulu sangat menggemari font Georgia berukuran 14 px. Kalau tidak itu ya pakai Arial. Sekarang saya memakai Tahoma dan ukurannya 12 px. Tentunya pada satu jam pertama melihat tulisan di blog dengan tulisan segede kutu ini sangat menyebalkan! Tapi tetap mebiasakan untuk mencintai.xixixi. Dulu suka themes yang putih polos, sekarang saya tetap mempertahankannya tetapi Header dan Footer diberi gambar yang relatif berwarna. Dan ternyata bagus juga untuk menghindari efek kepolosan, yaitu kebosanan!

Jadi kesimpulannya, belokanlah keadaan stuck dengan merubah komposisi dan berimajinasilah sebelum bertemu Kambing. Sebab, kalau sudah ketemu dengan si kambing, biasanya sih semakin menjadi-jadi penyakitnya. Alasannya jadi segudang. Betul apa betul?

So, belajar menghindari si Kambing Hitam, Yuk! :)

No BB No Cry

Gadget pintar yang mempunyai spesialisasi di push email, akses sosial media, dan keypad qwerty yang nyaman dan antislip ini memang sedang digandrungi oleh sebagian masyarakat di Negeri Maritim, Indonesia Raya. Mulai dari pelajar, orang berdasi sampai pengangguran sekalipun di sihir oleh gadget buatan RIM Kanada ini.

Bukan review gadget atau kecemburuan sosial yang akan ditampilkan disini. Tapi lebih menarik kalau saya mencoba berceloteh tentang pemblokiran Blackberry di Indonesia. Entah itu ikut-ikut atau memang niatan tulus untuk keamanan negara, entahlah. Saya bukan orang DPR soalnya. *genteng aman dari corat-coret!* :D

Kalau layanan Blackberry diblokir, maka setidaknya kita akan terhindar dari masalah-masalah seperti:

Semua tentu ada efeknya, entah positif entah negatif. Yang paling ditakutkan adalah jika dampak Blackberry sudah mencapai tahap seperti ini:

Sekedar intermezzo dari postingan yang acak-acakan ini untuk menghibur diri anda yang mungkin sedang ketakutan dengan ancaman pemblokiran layanan Blackberry di Indonesia.

Tapi kalau dikembalikan kepada saya, apa mungkin layanan Blackberry diblokir. Saya jawab, “Kemungkinan itu ada. Tapi, ngga besar kok. Tenang saja, kalaupun memang BB tidak bisa diselamatkan lagi, pasti ada generasi berikutnya. Dan pasti lebih baik. So, No BB No Cry kan??”

*Postingan sok bijak* :D

Blogger for Humanity

Suka atau tidak suka, kata-kata ini telah meluncur di account @andreansaputro ,

“Blogger jago kandang dan cuma mikirin monetize, sekali-sekali dedikasikan pengetahuan internet anda ke masyarakat.. #unfollowjikamenyakitkan.

Sungguh ekstrim dan terkesan memojokan. Tapi itulah idealisme, harus dikeluarkan daripada mengumpat dan hanya jadi follower.

Kemarin ada acara besar di Kota Solo, Solo Int’l Contemporary Ethnic Music Festival 2010 (#SIEMFest2010). Nah disitulah, kami para blogger dari komunitas blogger Bengawan, diminta untuk menyiarkan acara itu secara live lewat Streaming via internet. Tidak tanggung-tanggung, selama 5 malam penuh kami para blogger menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikiran (termasuk jempol) untuk acara di atas.

Kenapa ini investasi? Monetize donk? Bukan!! Inilah investasi blogger untuk Humanity, Goverment, dan masyarakat luas. Mungkin masyarakat Indonesia belum semuanya tau apakah itu blog, siapa itu blogger dan anggapan miring tentang internet sudah menyeruak pasca kasus seleb yang main kodok-kodokan itu. Inilah invest kami, inilah blogger yang turut mengembangkan ICT di Indonesia. Menjaga ritme perkembangan teknologi dan menyelaraskannya di kehidupan sehari-hari.

Internet tidak hanya berlaku bagi para penipu atau affiliater yang berkedok motivator, internet bisa digunakan untuk perbaikan di negri kita ini. Dengan teknologi internet, para bule di Kutub Utara pun bisa melihat kebudayaan kita. Malaysiapun mungkin meradang dengan pameran ini. Dan tentunya, peran blogger yang melek internetpun akan semakin mengedukasi masyarakat Indonesia yang lagi bertumbuh dalam penggunaan internet.

Pun dengan pemanfaatan social media, pada waktu acara diselenggarakan jempol para blogger juga aktif menyuarakan acara tersebut. Livetweet, sarana yang paling ampuh untuk mengguiding para pemirsa dari ranah twitterland. Dan nyatanya, baik Facebook atau Twitter, sama ampuhnya untuk menghandle promosi livestream di acara-acara yang kami ingin siarkan pada penggila social media.

Ini bukan motivasi blogging, bukan angin surga, bukan kata pemikat ala internet marketer. Tapi inilah kesadaran dan tindakan. Karena memang tidak ada yang menyuruh kita untuk jadi blogger, dan setiap orang pantas untuk membantu memajukan Indonesia dan Indonesia pantas mengajukan blogger sebagai ujung tombak dalam memerangi “kelabakan karena keterbelakangan teknologi”.

Kalau bukan blogger, siapa lagi?? *itu bahasa sombongnya…

Sepakbola Masih Punya Manusia Kok

Barusan nonton #Ger vs #Eng di babak 16 besar putaran final Piala Dunia 2010 South Africa. Di tengah pertandingan, ada satu gol pemain Inggris yang di anulir wasit. Sontak di timeline @andreansaputro bermunculan tweet wasit tidak adil, wasit goblok, wasit buta dan olok-olokan lainnya.

Ini wajar bukan??? Iya, ini wajar dalam sepakbola. Tapi yang ngga wajar adalah penyulut olok-olokan tadi. “Menurut camera pengintai, itu harusnya goal lho!”. Disinilah peran wasit sudah berubah menjadi kambing hitam dari teknologi. Seolah-olah teknologilah yang paling berkuasa dalam pertandingan.

Munculah istilah baru, “memanusiakan” sepakbola! Titik masalahnya sih masih berkutat pada penggunaan teknologi. Mereka, kaum moralis yang mau memanusiakan tadi, inginnya meniadakan penggunaan teknologi untuk sepakbola dan berwacana supaya wasit di tambah menjadi 5 biji untuk setiap pertandingan. Biar adil, biar fair, biar lebih manusia!!

Tapi perlu diingat, dengan men cap wasit tidak becus dan meniadakan teknologi untuk memanusiakan itu saja sudah tidak adil! Kenapa? Karena segala bentuk teknologi itu juga tidak akan mengubah keputusan yang di ambil wasit di tengah pertandingan kok.

And its no fair yet! Wasit juga manusia, wasit juga punya khilaf dan hanya beda sedikit dengan Ariel; jika wasit khilaf dan tidak enak karena di protes. Ariel khilaf tapi sudah merasakan enak walaupun sama-sama di protes.

Jadi wacana meniadakan teknologi supaya memanusiakan sepakbola itu tidak penting, dan hanya menjadikan kita seperti orang munafik saja pada dunia jaman sekarang. Selamanya teknologi itu tidak akan pernah bisa membinasakan manusia, dan selamanya pula manusia itu tidak luput dari khilaf dan dosa.

Sekian dulu khotbah Piala Dunia dari saya, saya sambung lagi di A.S.A.P.