nJepret!sme dan penJepret! Barunya

Sudah taukah Anda apa itu nJepret!sme? Dia adalah blog yang menampung jepretan-jepretan saya lewat ponsel pintar yang ngga smart-smart amat dan kamera poket sejutaan. Anda bisa memperoleh penampakan blog ini dengan mengakses klik nJepret!sme atau jika enggan saya beri gambar tampilannya saja di bawah ini

Screensyur nJepret!sme

Pada hari ini, Selasa 5 Juli 2011 saya memperingati hari kembali hidupnya fungsi kamera ponsel biyasa 2.0 megapixel pabrikan Sony Ericsson. Setelah mati suri selama 6 bulan, tiba-tiba pada siang ini normal kembali. Tanpa bantuan servis center dan mungkin ini hanya kebetulan.

Nah, otomatis ponsel ini langsung menjadi senjata baru terlahir lawas untuk nJepret!sme. Selain ponsel Nokia yang lampu flash dan shutter sound-nya tidak bisa dimatikan maka kehadiran ponsel biayasa ini. buat candid-candid cewek cakep cukup aman lha.. :D

Dan inilah dia “penJepret!” milik nJepret!sme…

ponsel nJepret!sme

Kamera poket sejutaannya mana? Lha ya itu yang buat njepret ponsel nJepret!sme.. :D

Jika dari foto dari Nokia akan berkata semikian, “~terkirim dari ponsel pintar yang ngga smart-smart amat”

dan

jika terambil dari Sony Ericsson akan berstempel demikian “Sent using a Sony Ericsson mobile phone”

Demikianlah perkenalan dengan senjata baru nJepret!sme, gambar yang terambil akan lebih banyak berkata… ~tsaaaah!

#PicWords: Keep Moving

Genjot terus!

Hidup itu seperti sepeda. Untuk menjaga keseimbangan (biar tidak jatuh), kamu harus terus bergerak (mengayuh).

Apalagi sekarang ada pit onthel model fixie yang terlihat lebih trendy. :D

#nyinyirACTivsm

Melihat Twitter dengan kicauan berhashtag “surga” atau “mimpi” itu membuat saya penasaran ada apa dibalik tagar-tagar tersebut. Setelah saya search, eh ternyata banyak user yang berkicau melalui tagar ini, ada yang murni ngetwit ada yang hanya menyumbang retweet.

Saking penasaran, saya track sampai awal kicauan dengan hashtag tersebut. Woalah, ternyata tagar berbayar!

Yah, isinya  nggak jauh-jauh dengan “INDONESIA”, Indonesia yang terlalu optimis dan terlihat indah sekali lewat tagar itu. Hampir tak ada yang bernada sumbang. Padahal negri ini (pada kenyataannya) kancutnya luar biasa!

Kejar hadiah, lari dari kenyataan atau memang bener-bener sedang dan sangat ingin mengubah dunia dengan tagar-tagar mimpi ini?

Indonesia memang tak perlu dikasihani, dia bukan manusia yang gila pujian. Dia adalah anugrah yang sungguh terlalu keji jika hanya digadaikan dengan blackberry, uang tunai atau trending topic semata.

Ayo, bergerak, ra gur umak-umik nggawe puisi lewat qwerty!

*salaman*

Insto Moist Atasi Mata Merah

Semenjak saya bisa mengendarai motor dan memanfaatkannya sebagai alat transportasi utama dalam misi menyelesaikan studi saya (SMA – Kuliah) tentunyakedua mata saya tidak lepas dari yang namanya debu-debu jalanan. Ditambah lagi dengan kepulan asap knalpot bus dalam kota yang pekat sekali ketika saya harus menunggu giliran untuk mendahuluinya.

Berangkat pagi tak jadi soal, karena udara masih fresh. Yang paling menyiksa adalah ketika perjalanan pulangnya. Hadeh! Sudah seharian digembleng dengan melihat soal dan terkadang guru yang mempunyai sorot mata tajam ketika mengadakan ulangan masih saja harus pulang menyusuri aspal jalanan yang menguap karena menerima sinar matahari siang dan trafik jalan yang lumayan padat. Di tambah lagi, rute perjalanan saya ikut jalur bus! Setiap harinya harus menempuh jarak kurang lebih 10 km.

Tidak beda dengan sekarang, kuliah. Seharian kuliah dengan memandangi dengan setianya layar komputer, karena saya mengambil jurusan Sistem Informasi.Lagi-lagi saya harus berhadapan dengan kondisi medan yang dapat menyebabkan mata merah ketika melakukan perjalanan pulang pergi dari rumah ke kampus dan sebaliknya.

Mata ini terkadang terasa sangat lelah. Tak jarang setelah sampai rumah dan membasuh tangan saya di wastaffel dan melihat cermin yang ada di atasnya,sering di dapati kalau bagian putih dari mata saya berubah warna menjadi merah. Padahal saya diperjalanan tidak menangis lho, ya, pastinya ini karena akumulasi kelelahan mata saat memandang layar monitor komputer dan tersemprot oleh debu-debu nakal + asap knalpot dari bus.

Lalu, kalau saya lagi libur apakah mata saya terbebas dari mata merah?

Tidak saudara-saudara! :D Sama saja, saya sering mengalaminya meskipun saya tidak keluar rumah…

Ternyata, penyebab mata merah bukan hanya dari asap knalpot, penyebab mata merah bisa disebabkan oleh aktivitas mata yang terlalu berlebihan seperti menonton film, membaca dan berlama-lama di depan komputer.  Lebih lanjut tentang penyebab mata merah.

Oh pantas saja, lha wong saya kalau liburan pasti memanfaatkannya untuk bermain game, browsing sana-sana dan kalau ada tugas pasti sibuk mencari-cari bahan di Internet (mbah Gugle :D ). Aktivitas ini menyenangkan, saking enjoynya jadi lupa waktu. Bisa jam 4 pagi baru tidur. Ini mungkin bisa menyebabkan Computer Vision Syndrome.

Kembali ke aktivitas di wastaffel ketika menggosok gigi sebelum tidur, cermin menunjukan mata merah pada mata saya.

Ahh, untung saja, ada tetes mata Insto Moist di lemari obat di dekat wastaffel. Langsung ambil dan saya biasanya meneteskan 2 tetes di masing-masing mata saya. Jadi Adeeeeeemmm dah ni mata, selanjutnya bisa enak dibawa tidur..

insto moist atasi mata merah \\ andre.web.id

Insto Moist Atasi Mata Merah

Sebenarnya, obat tetes mata itu apa?

Obat tetes mata (guttae ophthalmicae) adalah suatu sediaan steril berupa larutan atau suspensi yang digunakan untuk terapi atau pengobatan mata dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata di sekitar kelopak dan bola mata. Dengan maksud untuk memudahkan penggunaan, hanya dengan meneteskan saja serta untuk efek lokal, misalnya peradangan pada konjungtiva mata. Obat tetes mata yang ideal harus memperhatikan beberapa hal yaitu bersifat steril, terutama yang ditujukan untuk mata yang sakit, luka, atau setelah operasi, tetes mata yang berupa larutan haruslah jernih, dan tetes mata yang berupa suspensi, bahan yang tidak larut haruslah sangat halus, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rangsangan terhadap mata sehingga air mata tidak banyak keluar.

Obat tetes mata hendaknya mengandung obat dengan efek terapi: antiperadangan, antimikroba, miotik (menyempitkan pupil mata), midriatika (melebarkan pupil mata), dan anestesi (bius) lokal, serta dapat digunakan untuk diagnosis. PT Sterling Product Indonesia sebagai pengelola produk obat tetes mata unggulan “Insto” sebagai bentuk kepedulian Insto terhadap kesehatan mata. Obat tetes mata Insto yang memberikan kesejukan pada mata anda dan membantu mengurangi mata merah dan lelah.

Siip! Komplet dah, bisa kasih terapi lagi :D . Jadi selain menjaga mata saat berkomputer dengan cara-cara lama seperti mengatur jarak pandang mata dengan monitor dan lain sebagainya. Tak ada salahnya menggunakan Insto Moist atasi mata merah untuk membantu merawat dan menjaga kesegaran mata anda.

Yukk.. Balik nge-game lagi. :)

Review AXIOO HNM 7047R: Easy Going Laptop

Axioo dengan produk terbarunya tak bisa dianggap sebelah mata. Laptop seri HNM yang akan saya review di bawah ini memiliki performa yang memadai untuk mengerjakan berbagai kebutuhan berkomputer. Baik pekerjaan mengolah pekerjaan office, grafis maupun untuk bermain game.

Dengan menyematkan Intel(R) Core(TM) i7-2630QM CPU @ 2.00GHz (Sandy Bridge), RAM 4 GB dan harddisk untuk penyimpanan data sebesar 750 GB, laptop AXIOO ini bisa dikatakan paling prima dalam hal penggunaan teknologi.

AXIOO HNM 7047 R | Foto: Dony Alfan (putradaerah.wordpress.com)

Engine Utama

Lebih spesifik tentang processor, ada baiknya saya sertakan screenshoot hasil test performa engine hardware dengan software  CPU-Z. Dengan catatan, saya menggunakan operating system Windows 7 Enterprise 32-bit.

Hmm,, dari screenshoot data di atas, sudah terlihat kan kalau engine utama laptop ini sangat powerfull. Dengan core speed sebesar 798.3 MHz, maka kemungkinan idle pada pembagian kerja di processor akan sangat kecil. Worry free lah untuk multi tasking.. :D

Bukan itu saja, laptop ini juga didukung oleh Intel® Turbo Boost Technology yang bisa meningkatkan kecepatan.

Dukungan RAM sebesar 4 GB dan menggunakan type DDR 3 yang terbilang lebih cepat dari DDR2, maka kemampuan processor AXIOO HNM ini tidak percuma. Processornya cakep, penggunaan RAM juga setara.

Kartu grafis yang digunakan pada laptop ini menggunakan VGA dari Intel(R) HD Graphic Family yang mempunyai memory sebesar 1.5 GB.

Kenyamanan

Menurut saya, ketika memilih laptop, saya selalu memperhatikan kenyamanan dalam pengetikan, fitur touchpad, suhu laptop itu sendiri.

Tampilan Keyboard

Susunan keyboard sepertinya sangat diperhatikan dalam pembuatan laptop ini, dengan renggang dan ketinggian setiap tombol (tuts) keyboard yang tidak terlalu longgar dan tinggi, untuk mengetik dengan sebelas jari jadi nyaman dan jarang kepleset.

TouchPad dengan fitur HexaPad with MultiGesture

Touchpad memiliki fitur HexaPad with Multi-Gestur. Fitur ini membuat saya nyaman ketika saya tidak menggunakan laptop untuk menjelajahi berbagai aplikasi. Selain membuat nyaman, fitur ini membuat saya tidak cepat capek ketika mengedit gambar secara cepat dengan menggunakan touchpad. Sensifitasnya juga normal, tidak terlalu “cepat tersinggung” dan tidak lemot. Jadi untuk geser pointer kesana-kemari tidak memerlukan tenaga ekstra dari jari.

Brightness atau tingkat keterangan pada layar monitor ini secara default sudah nyaman. Tidak usah mengaturnya lagi, ON langsung tancap gas!

Dalam segi kenyamanan, suhu laptop ini tidak cepat panas. 5 jam saya pergunakan untuk mengobrak-abrik plus install software dan restart merestart-nya setelah installasi, saya tidak merasakan panas. Mungkin desain pengaturan sirkulasi di dalam wadah hardware sudah diperhatikan, mengingat seri AXIOO yang sebelumnya gampang panas.

Entertainment dan Social Media Shortcut

Harddisk dengan kapasitas penyimpanan data sebesar 750 GB mengundang keinginan saya untuk menimbun ribuan MP3, dan ratusan film di dalamnya :D . Sangat mungkin untuk membuat partisi harddisk yang dikhususkan untuk menampung file-file ini. Dengan layar selebar 14″ WXGA, maka kenyamanan untuk menonton film HD juga bisa membuat nyaman di mata tanpa ada gambar yang terputus.

Disediakan DVD-RW untuk bekerja dengan disc-disc DVD. Baik mencopy maupun dijadikan player. Perlu diketahui, pada saat DVD-RW bekerja, getaran yang timbul tidak begitu terasa. Mungkin ada peredam di ruang DVD RW-nya. :D

QuickKey

QuickKey, ini yang menjadikan laptop ini terlihat sangat mengikuti jaman. Jamannya social media getoo.. Jadi ada tombol khusus untuk mengakses ke beberapa social media. Tak usah berlama-lama untuk mengetik alamat di browser atau melakukan double click pada shorcut messenger. Aktifkan QuickKey, pilih lalu klik satu kali saja, maka social media bisa langsung tertampil.

Baterai yang tahan lama adalah point penting yang mendukung baik usabilitas sampai entertainment. Percuma donk kalo bawa laptop yang bertenaga gini ngga bisa di bawa kemana-mana dengan selalu mencari colokan power listrik. Baterai yang ada di laptop ini sangat durable! Dari keadaan utuh sampai muncul notifikasi karena baterai lemah memakan waktu kurang lebih 5 jam. Jadi untuk di bawa kemana-mana, enjoy aja…

Spesifikasi singkat:

Core i7-2630M, 4GB DDR3, 750GB HDD, DVD±RW, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA HD, Camera 1.3 mp, 14″ WXGA.

Oh iya, dalam paket pembelian. Driver serta manual guide sudah disertakan lho.. Lengkap! Jadi ngga perlu lagi cari-cari driver di internet.. :D

driver dan manual guide

Keseluruhan

Overall, laptop ini memiliki kemampuan yang dalam bahasa saya “up-to-date”. Berbagai kebutuhan bisa dilakukan dengan laptop ini. Dengan harga 7-jutaan, saya rasa ini adalah harga yang fair untuk laptop berprocessor Core i7. Kenyamanan touchpad dan keyboard serta ketahanan baterai juga memiliki andil besar dalam menentukan laptop bagi anda yang banyak “berkeliaran” di luar rumah. Easy Going Laptop … ;-)

Spesifikasi:

Pertunjukan dan Diskusi di #3GMerapi

“Fenomena sosial media yang harus segera dipotret untuk dijadikan referensi masa depan.” Kata Dhandy Laksono, Produser dokufilm @linimas(s)a di acara #3GMerapi, Jogja, 18 Maret 2010.

Sesaat setelah menuliskan resensi dokufilm @linimas(s)a di @linimas(s)a: Tentang Penggunaan Internet Bangsa Ini, saya bersama teman-teman Komunitas Blogger Bengawan & Yayasan Talenta bertolak ke Jogjakarta, tepatnya di Societet Taman Budaya Jogjakarta untuk mengikuti acara #3GMerapi yang didalamnya ada pemutaran dokufilm @linimas(s)a, diskusi, dan donasi untuk Merapi.

Perempatan Janti

Pukul 17.30 saya sudah sampai di Janti, yang menurut saya jika melakukan perjalanan Solo-Jogja, pertigaan di bawah jalan layang ini adalah penanda bahwa saya sudah masuk kota Jogjakarta. Tak lupa, saya mengabadikan lampu merah di perempatan ini dengan ponsel pintar saya yang tidak smart-smart amat. “Ahh,, sebentar lagi nyampe..”

Akhirnya sampai di TBY tepat pukul 18.00. Seperti biasa, ritual salam menyalami antara blogger yang saling kenal tapi jarang jumpa-pun dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari 3D (Datang, Duduk, Dlongap-Dlongop) dan tentunya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Seperti mencari kamar kecil. :D

Acara pertama yang saya temui di sana adalah penampilan enerjik dari sebuah band lokal yang saya lupa namanya. Namun yang paling saya ingat adalah band tersebut mempunyai videoclip yang lokasi shootingnya di kaki gunung Merapi yang rusak akibat erupsi Merapi 26 Oktober 2010.

Acara berlanjut ke pertunjukan Wayang Kampung Sebelah yang terkenal bisa mengocok perut para penontonnya. Walaupun saya beberapa kali sudah melihat pertunjukan Wayang Kampung Sebelah, namun ketika dalang memainkan lakon pak Lurah, saya masih terpingkal karena dialog dan warna suara yang unik dan suka membuat bingung lawan bicaranya.

Pak Onno W Purbo Tertawa Ketika Melihat Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah -- Dok: Bengawan

Wayang Kampung Sebelah untuk sementara waktu menyudahi pertunjukannya dan memberikan waktu untuk pemutaran dokufilm @linimas(s)a. Dalam waktu sekejap, pengunjung acara #3GMerapi yang masih tercecer di sekitaran TBY langsung berebut tempat di dalam ruangan yang sudah diberi tikar dan disediakan big screen untuk menonton dokufilm social media pertama di Indonesia ini. Seperti biasa, lampu diredupkan dan film dimulai.

Sepertinya ada yang salah dengan kaset DVD yang diputar, gambar dan suara yang tampil di bigscreen tersendat-sendat. Namun, setelah diganti dengan kaset yang lain dengan film yang sama tentunya. Film yang berdurasi sekian menit itu lancar jaya dan bisa dinikmati oleh pengunjung #3GMerapi.

Diskusi

Setelah muncul kredit film yang menandakan film sudah habis ditonton, acara 3GMerapi disambung dengan diskusi oleh beberapa narasumber yang ada di dalam dokufilm @linimas(s)a. Siapa saja mereka?

Diskusi #3GMerapi -- Dok: Bengawan

Saya akan menyajikan diskusi #3GMerapi ini dengan format cerita yang saya dengar dari tanya jawab dengan mengemasnya dalam masing-masih narasumber.

Harry van Jogja

Onno selaku moderator memberikan pertanyaan pertama kepada Harry Van Jogja kenapa memilih nama “Van Jogja”? Lalu Harry-pun menjawab karena saya bisa berbahasa Belanda meskipun tidak terlalu fasih.

Harry van Jogja -- Foto diambil dari blog Harry

Pertanyaan dilanjutkan dengan kapan Harry mulai mengenal internet. Menurut penuturan Harry, dia mengenal internet mulai tahun 1999 dan dikenalkan oleh seorang Inggris yang menjadi clientnya saat berkunjung di Jogja. Mulai saat itu, Harry pun mengembangkan cara belajar otodidak dan mulai mengais informasi-informasi yang ada di internet. Harry-pun mengikuti berbagai social media dari saat itu, dari Friendster, Friendster dan lain-lain, termasuk yang saat ini sedang HOT, Twitter.

Dari internet, Harry lalu bisa menemukan metode penggunaan social media (Facebook) yang disinergikan dengan pekerjaannya? Harry menjawab, “saya memang sejak awal tidak mau keluar uang untuk berinternet“. Rupanya moderator dan penonton masih bingung (saya juga bingung..hehe)”. Dia kemudian menjabarkan,  ”Saya ingin tidak keluar uang untuk biaya internetan karena masih punya kebutuhan lain yang lebih membutuhkan uang.” Tidak mau rugi tapi menghasilkan.

Rupanya “prinsip” Harry tokcer untuk menjadikan social media sebagai sarana promosi jasa antar jemput dengan becaknya. calon penunggang becak Harry bisa “memesan” becak Harry dengan media Facebook. Dari situ, Harry yang biasanya hanya mangkal di pangkalan becak dan menunggu penumpang dan kadang berebut dengan tukang becak lain, sekarang dia bisa dipanggil dan jika kosong, Harry bisa segera menjemput dan mengantar penumpang sampai ke tujuan.

Bukan hanya warga Jogja saja yang mempergunakan jasa becak Harry, dia pun sering dapat order untuk menjadi guide setelah dia bersinergi dengan Facebook. Di dalam film @linimas(s)a, Harry juga kedapatan sedang di wawancarai oleh orang Jepang.

“Apakah teman-teman mas Harry juga meniru langkah promosi dengan social media?”, tanya peserta diskusi kepada Harry. Ternyata Harry tidak egois, dia malah membagi dan mengajari teman-temannya cara berinternet mulai dari dasar-dasar internet praktis baik kepada sesama tukang becak ataupun bukan.

Harry juga sedang merintis sebuah paguyuban becak di kota Jogja yang diberi nama Jogja Becak Adventure. Dia membentuk paguyuban ini untuk memperbaiki citra becak Jogja yang dinilai buruk (#barutahu). Dia dengan 2 temannya yang sudah fasih berinternet menggiring paguyuban ini dan mulai mengedukasi tiap-tiap pangkalan becak yang ada di kota Jogja. Karena niat baik ini, Harry dengan paguyubannya mendapatkan dua agen travel dan keanggotaan di paguyuban bisa mendapatkan lisensi untuk menjadi tour guide.

Ngga ngira ya, dari perkenalan dengan dunia online dan keuletan di offline bisa memberikan manfaat untuk orang sepekerjaan. Dan jarang lho, tukang becak itu melek teknologi.

Akhmad Nasir

Sosok dibalik Jalin Merapi yang fenomenal saat menjadi media penanganan bencana, pengakomodir bantuan dan relawan serta menginformasikan setiap saat kondisi Merapi saat erupsi.

Akhmad Nasir

Yang dilakukan Jalin Merapi adalah peran dalam menyambungkan masyarakat Indonesia yang terkenal sangat solider dalam situasi bencana namun terpisah dengan kendala komunikasi yang berbeda-beda. Informasi-informasi yang terdapat dari radio para relawan akhirnya disiarkan secara luas dengan konversi ke beberapa media komunikasi, salah satu diantaranya lewat social media.

Akun twitter @jalinmerapi yang dibuat tanggal 24 Oktober 2010 adalah salah satu media untuk menghimpun dan mempersatukan Indonesia yang ingin mendapat informasi. Akun ini diterima baik oleh pengguna twitter, follower akun ini pada hari ke dua, tepat pada waktu Merapi erupsi, mencapai 5000 dan dua minggu setelahnya, akun ini mempunyai 10000, sampai tulisan ini dibuat, mencapai 35000 follower.

Kekuatan informasi inilah yang membuat radio-radio komunitas dan radio relawan bisa didengar oleh pengguna Blackberry. “Saya sendiri sampai saat ini belum tahu siapa yang membuat aplikasi tersebut.”, kata A. Nasir yang sebelumnya siaran radio ini hanya dapat diakses lewat PC atau laptop.

Menyinggung tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam berkomunikasi, ternyata peserta diskusi juga mendapat fakta yang menurut saya tidak mengagetkan. Sebelum social media belum booming, informasi-informasi dikuasai oleh media massa, baik koran, TV atau radio yang selalu memposisikan Pemerintah sudah melakukan penanganan bencana secara baik. Pada kenyataannya itu tidak terjadi. Pemerintah banget, bukan? :D

Sebenarnya kesuksesan Jalin Merapi bukan hanya dari social media. Mereka bisa jadi seperti sekarang tak lepas dari beberapa hal sehingga dari mulai terbentuk pada erupsi Merapi tahun 2006 sampai sekarang Jalin Merapi tetap ada.

Dukungan dari masyarakat bawah. A Nasir mengungkapkan bahwa di lapisan bawah, pedesaan atau yang tidak akrab dengan dunia internet. Informasi pengumpulan bantuan dikomunikasikan dengan speaker Masjid. Di daerah Gunung Kidul, petani yang mengirim bantuan berupa sayur juga di koordinir oleh suara dari speaker masjid. Papar A Nasir, “Pagi mereka ke ladang, sore mereka lewat suara speaker masjid mengemasi bahan-bahan apa saja yang akan dikirim dan selanjutnya dikumpulkan di satu tempat.”

Relawan-relawan muda yang kreatif dan berdedikasi adalah salah satu kekuatan Jalin Merapi. Mereka bekerja tanpa pamrih dan rela mengorbankan apa saja. “Sampai ada yang menjual harta benda untuk biaya pemantauan”, kata A Nasir.

“Apa kelanjutan Jalin Merapi dan apa kunci suksesnya?” tanya dua orang anggota diskusi. “Jalin Merapi sudah ada akan terus ada, kita sudah berdiri dari 2006 dan sampai saat ini masih ada relawan yang dari tahun 2006 masih aktif sampai sekarang. Untuk pasca bencana, Jalin Merapi  menyediakan jasa tracking dan guiding serta gerakan-gerakan peduli alam”, tegas A Nasir.

“Jika pemerintah tidak sanggup untuk memberikan informasi atau menangani, ya terpaksa, kita-kita ini (rakyat sendiri) yang harus membuat dan menangani itu.” tukas pria murah senyum ini ketika ada Onno W Purbo mengaitkan dengan Tsunami Jepang.

Blontankpoer

Salah satu blogger Indonesia ini menjadi tokoh yang ada di dokufilm @linimas(s)a yang aktif di komunitas blogger yang perannya sangat nyata di Komunitas Blogger Bengawan. Saat ini, Komunitas Blogger Bengawan mempunyai sekretariat bersama dengan Yayasan Talenta, suatu yayasan yang bergerak di advokasi kaum difable. Sebagai salah satu kegiatan, Bengawan juga turut mengenalkan dunia teknologi komunikasi kepada semua lapisan masyarakat khususnya di Solo.

“Kami sudah memliki jadwal pelatihan untuk difable, Pekerja Seks Komersil (PSK), dan pernah mengadakan pelatihan komputer untuk tuna netra yang bekerja sama dengan Yayasan Air Putih.” kata Blontankpoer.

“Salah satu peserta pelatihan, Entok (salah satu tokoh yang ada di dokufilm -red) yang kami latih secara rutin selama dua bulan, sekarang sudah bisa mahir dalam mengoperasikan internet dasar.” Ini yang membuat kaget Onno W Purbo. Dan pada akhir acara, Onno W Purbo, Blontankpoer, Entok dan anggota Talenta berfoto bersama.

Onno W Purbo Bersama Entok "difable" -- Dok: Bengawan

Namun pak Bhe (sapaan akrab Blontankpoer) enggan jika kesuksesan Komunitas Blogger Bengawan dikaitkan dengan dirinya semata. “Ini kerja keras semua anggota Bengawan.”, tukas Blontankpoer.

(untuk foto, biasanya pak Bhe menyuruh untuk mencarinya di Google dengan memasukan kata “blontankpoer”… :D )

Harry DJ

Sebagai korporasi yang bergerak di bidang jasa penyedia layanan komunikasi, Harry DJ mewakili XL Axiata menjawab tentang pertanyaan sekitar penggunaan internet khususnya lewat mobile data dan smartphone.

Harry DJ memberikan data tentang penggunaan mobile handset yang memakai jasa layanannya. “40% dari 40juta pelanggan XL, HP nya bisa terkoneksi langsung dengan internet. Yang aktif setiap hari menggunakan mobile datanya sekitar 12 juta dan hampir semuanya mengakses situs jejaring sosial, Facebook. ”

Terkait dengan ponsel pintar, “Penggunaan BB yang sangat tinggi di Indonesia pada awalnya sampai membuat bingung RIM, pabrikan BB asal Kanada. Pada tahun 2008, pengguna BB dengan layanan XL mencapai seratus ribu pengguna. Sekarang delapan ratus lima belas ribu dari total 3 juta pengguna BB menggunakan jasa layanan dari XL”

Dengan begitu banyaknya pengguna dari XL, apakah XL juga memberikan keamanan bagi remaja? Harry mengatakan bahwa XL sudah melakukan filtering terhadap konten-konten negatif sejak tahun 2008.

Dandhy Laksono

Dandhy Laksono adalah director yang memproduksi dokufilm @linimas(s)a. Dia adalah seorang mantan wartawan dan sekarang bekerja di bidang visual media dan beberapa kali membuat film dokumenter. Selain @linimas(s)a, Dandhy juga terlibat dalam proses pembuatan film dokumenter tentang Munir.

Dalam pembuatan dokufilm @linimas(s)a, Dandhy sendiri mengaku bila ada beberapa tokoh yang belum pernah jumpa darat dan baru ketemu di acara #3GMerapi ini.

“Bagaimana cara pengambilan gambar di dalam film ini?” tanya seorang anggota diskusi. Dandhy menjawab dengan “Yang penting ketekunan untuk merekam semua momen. Ada kalanya ketika mas Nasir ngomong ada posisi yang kurang pas. Semua harus ditangkap. Pada proses produksi, @linimas(s)a menghabiskan 60 kaset dan total 60 jam.”

Ditujukan untuk siapa dan di mana saja film ini? “Film ini sengaja diperuntukan (sementara) untuk komunitas-komunitas yang bergerak di bidang online dan kepada lapisan menengah yang mewah. Nantinya dari komunitas-komunitas ini bisa menjalar ke masyarakat sekitarnya. Bahasa memang terlalu tinggi untuk orang tidak terlalu bersinggungan dengan gadget atau sosial media. Dikarenakan ada gap antara lapisan-lapisan masyarakat dalam teknologi informasi. Jadi target penonton memang sudah di set sedari awal.”, jawab sang director.

Menyinggung tentang teknologi komunikasi khususnya internet yang semakin baik dan semakin mudah didapat, Dandhy Laksono berujar, “Kemudahan teknologi ini bukan karena sosial, namun karena permainan pasar yang membuat ini semua mudah di akses.” Tapi, yang saya sampaikan di sini kurang nendang, kurang dengan bahasa tinggi seorang Dandhy yang pada saat itu sukses membuat peserta bertepuk tangan. Makanya, besok kalo ada acaranya datang deh.. :) )

Dengan fenomena pergerakan dan penghimpunan dengan sosial media, seperti kasus Prita dengan Koin untuk Prita dan Bibit Candra (Gerakan 1 Juta Facebooker), dan Jalin Merapi dengan penanganan bencananya dan kasus-kasus itu memiliki cakupan nasional, maka tegas Dandhy, “Fenomena sosial media yang harus segera dipotret untuk dijadikan referensi masa depan.”

***

*keriting* :D

Itulah tadi bagian dari diskusi, acara dilanjut dengan pertunjukan Wayang Kampung Sebelah yang menuntaskan lakonnya. Sehabis itu ada acara lelang foto-foto Merapi.

Sehabis itu, saya dan Bengawaners, Mas A Nasir + tim Jalin Merapi dan tim Internet Sehat beserta mas Suryaden menikmati makan malam bersama di Gudeg… ehhmm lupa lagi… hehe.. Pokoknya enak, karena perut sudah keroncongan.. he he he

Selepas makan, saya pulang ke Solo dan mulai menghimpun semangat untuk menulis sebanyak ini…. :)

Follow twitter saya di @andreanisme. Walah… Masih sempat-sempatnya promosi..  #jabaterat :D

Thanks to: Internet Sehat, Bengawan, Blontankpoer, Hasssan, Mursid, Hendri, Dony Alfan, Suryaden, Sam Ardi, dan… SPG berbaju putih.. Ada gula ada semut, SPG berbaju putih itu bikin cenat-cenut…