Perbasi Powered By DELL?

Bagi saya ini sebuah “kenorakan” bagi organisasi pengatur olahraga bola basket di Indonesia. Entah apa maksud dari penyematan logo pabrikan laptop DELL di bawah logo PERBASI ini. Apakah ada dukungan yang bersifat material atau memang DELL sudah berjasa besar (pahlawan) bagi perbasketan di negeri ini?

Dari desain yang saya lihat di logo Perbasi yang diletakan pada website Perbasi, http://perbasi.or.id, penyematan logo DELL sangat mencolok sekali yaitu di bawah logo Perbasi dan terdapat tulisan “powered by”. Lalu, jika melihat ke bawahnya lagi, terdapat logo-logo sponsor yang lagi-lagi terdapat logo DELL.

Perbasi merupakan organisasi resmi yang mengatur regulasi atau apapun tentang perbasketan di Indonesia yang sekarang sudah tidak didukung lagi oleh pemerintah tapi dibawah kendali DELL. Iya kan? Lha wong tulisannya saja powered by DELL kok. Jadi jangan salahkan saya jika saya punya anggapan seperti itu.

Yang masih saya pertanyakan sampai sekarang adalah Perbasi dibayar berapa sih sama DELL, kok mau-maunya “melabeli” organisasi resmi (yang seharusnya tetap independen — karena pengatur regulasi) dengan penyematan logo dan bentuk komunikasi visual “powered by” oleh perusahaan asal Amerika itu?

Bukan di website saja, tapi di akun twitter milik Perbasi, @perbasi_ina, juga memakai avatar yang sama. Dengan tidak meninggalkan “powered by DELL”. Nggak sekalian promo laptop tuh di akun Twitternya? Kan followernya udah ribuan? :p

Saya kecewa bukan main dengan logo Perbasi yang ada embel-embel DELL… Dan masih menunggu penjelasan yang masuk akal tentang ini. Kalau alasannya “Ini kan simbiosis mutualisme”, akan saya abaikan. :)

Ingat ini PERBASI dan bukan klub basket atau kelompok suporter yang akan saya maklumi jika dihidupi oleh dana sponsor. Penyematan powered by dibawah logo resmi PSSI-nya basket itu istilahnya “hard selling”!

Selamat Hari Raya Idul Fitri

image

Wadah boleh berbeda warna, tapi isi harus tetap sama gurihnya.

Kawan blogger, selamat hari raya Idul Fitri ya. Jika ada salah ketik, artikel atau tanggapan melalui kotak komentar ada yang menyinggung perasaan, mohon dimaafkan. :)

Sekedar Test (beta)

image

image

Sekedar test dari WordPress for Android. Dikirim dari Samsung Galaxy Ace percuma :D

Gerakan Tanpa Wujud

Saya masih bertanya-tanya sampai sekarang, bendera kok divisualisasikan dengan tagar atau hashtag di Twitter. Mengerek bendera tanpa tali tanpa tiang? Saya juga tidak tahu, apakah nantinya saat mengerek bendera tagar itu akan ada nyanyian Indonesia Raya atau tidak.

Isi kepala memang tidak ada yang sama, saat kawan setimeline menyertakan tagar #17an saya tidak. Karena dibalik itu ternyata ada gerakan “rame-rame kerek bendera” yang sampai di alinea kedua ini masih membuat saya kebingungan: Tujuannya apa?

Di website “kerek bendera” itu tertulis,

“Sebuah inisiatif generasi muda Indonesia untuk kerek bendera Merah Putih rame-rame, pertama kalinya secara nasional. Caranya tambahkan tagar #17an di setiap tweet dan bisa via SMS pada tanggal 17 Agustus 2011 mulai dari jam 00:00 hingga jam 23.59″.

Dimana benderanya? Dan jika menyinggung soal kata nasional dan tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bangsa ini, apakah kata secara nasional itu sudah menghimpun seluruh rakyat Indonesia? Atau inikah awal kemerdekaan negara Indonesia bagian Twitter? Dimana Twitter sudah mampu menjaring percakapan untuk Indonesia.

Kalau tagar #17an sudah mencapai 1.781.945, dan menjadi trending topic secara worldwide apa dampaknya buat negara ini? Dilihat dari begitu mudahnya orang berpartisipasi dalam mengerek bendera ini, hanya ngetwit dan sms. Memang benar dalam tweet yang disampaikan bisa berisi ungkapan baik, harapan dan doa untuk bangsa ini, namun tweet yang terhimpun itu apakah sudah mempunyai saluran yang akhirnya diubah menjadi tindakan nyata? Ehm, ini gerakan tanpa wujud yang jelas, ya?

Setelah mencapai puncaknya, siapa yang akan khidmat berhormat terhadap bendera itu? Atau malah berpesta jika tagar #17an sudah mengungguli klasemen trending topic di Twitter. Yang lebih parah, ketika yang ditweetkan hanya bersifat angin lalu.

Saya kuatir, semua elemen bangsa ini akhirnya hanya digaungkan lewat Twitter. Mengukur kadar sukes atau tidaknya pencapaian bangsa ini hanya terukur lewat berbagai tools social media analytic. Saya juga skeptis terhadap siapapun yang menyertakan tagar #17an untuk benar-benar mau jika upacara bendera dilakukan dalam artian yang sebenarnya, posisi badan tegap dan hormat terhadap bendera yang terkerek selama lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh paduan suara upacara.

Sedih sekali rasanya jika bendera bangsa ini hanya divisualisasikan lewat tagar. Apalagi jika nantinya harapan bangsa ini yang disampaikan lewat Twitter dan SMS hanya sekedar isapan jempol belaka, tanpa wujud…

Apa yang telah saya lakukan untuk negara? Jawab jujur, belum ada.

Dirgahayu, bangsaku!


Mohon maaf bagi pembuat kegiatan yang saya singgung di atas. Saya cuma memberi sebuah catatan untuk apa yang saya rasakan, tak lebih. :)

Stadion Manahan Solo

Sekedar memotret keadaan di dalam stadion Manahan, Solo. Saya suka dengan pertandingan sepakbola, namun jarang nonton ke stadion. Alasannya, saya malas antre tiket dan berdesak-desakan. Daripada ke stadion, saya lebih menikmati nonton bareng di kafe atau tempat umum. Atau alternatif baru, nonton di rumah tapi hebohnya di Twitter. Kadang cukup puas memaki-maki tim lawan dan akhirnya tim favorit saya keluar sebagai pemenang. :)


Karena Posterous, paltform blogging yang saya gunakan untuk nJepret!sme semakin lelet saja. Saya mencoba tetap berfoto-blogging ria dengan menggunakan media lain, Flickr. Cukup praktis dan terlihat baik dengan slideshow yang bisa di-embeed pada postingan blog.

2 Hari 1 Malam Di Semarang Bersama #XLNetRally

xlnetrallySemarang!! Akhirnya saya mengunjungi ibukota provinsi di mana saya tinggal, Jawa Tengah, setelah hampir sepuluh tahun yang lalu saya pernah di kota ini bersama keluarga. Masih SD dan daya ingat saya tentang kota ini hanya sebatas Simpang Lima, tak lebih.

Kesempatan jalan-jalan kali ini saya dibawa ke Semarang oleh acara XL Network Rally dari XL.

Acara  XL Network Rally sendiri bukan yang pertama kali diadakan, namun saya baru kali ini mengikutinya.  :D Lalu, apa itu XL Network Rally? Ini adalah acara yang mempresentasikan kesiapan XL sebagai provider telekomunikasi dalam menyajikan layanan menjelang arus mudik dan lebaran.

Saya, serta pak Blontankpoer dan Dafhy yang diundang dalam acara XL Network Rally mengawali perjalanan dari basecamp blogger Bengawan (Rumah Blogger Indonesia) untuk kemudian bertolak ke Semarang dengan mobil yang disediakan XL yang beridentitas dengan stiker bertuliskan “XL Network Rally”.

Start dari Solo jam 14.00 dan sampai Semarang (Hotel Gumaya) jam 17.45. Luar biasa lamanya, ini dikarenakan karena rute perjalanan pe-Rally asal Solo memang padat merayap.

Sesampainya di hotel, saya dengan pak Bhe (sapaan pakdhe Blontank) yang sekamar melepas lelah sejenak. Menonton TV sambil tiduran dan pastinya sambil nyruput teh racikan dari pak Bhe yang terkenal mantab itu. :D

Jam 19.30 saya dengan pak Bhe meninggalkan Hotel Gumaya dan meluncur ke Taman Budaya Raden Saleh Semarang (TBRS) untuk mengikuti acara OBSAT dan makan malam. Sampai di TBRS, saya melihat banyak blogger baik seleb, sesepuh atau yang sempat saya dengar namanya via online namun belum sempat bertemu. Seperti biasa, ritual salam menyalamipun terjadi.

Nah! Ini yang membuat perhatian se-TBRS! Dua Polwan cantik yang sering terlihat di layar televisi hadir juga di acara ini. Bukan kebetulan, karena NTMC Polda Metro memang diundang di acara XL Network Rally ini. Siapakah mereka? Tentu saja, Briptu Eka Frestya dan Briptu Avvy! bro…. bening… bro… :) ) More