Mengenang Mbah Maridjan
Menyambung postingan yang kemarin, Letusan Merapi 2.0
Untuk mengenang Mbah Maridjan, juru kunci gunung Merapi yang hampir sepanjang hayatnya mengabdikan diri sebagai penjaga gunung teraktif di Indonesia. Saya menempelkan video tembang campur sari ciptaan Cak Diqin yang menggambarkan sosok Mbah Marijan yang “Rosa” (kuat).
Sederhana dan bersahaja, itulah yang bisa saya gambarkan dari sosok Mbah Maridjan.
Rest In Peace, mbah. Semoga anak cucumu bisa mencontoh kesederhanaan yang ada pada dirimu di tengah gerusan dunia yang makin tamak ini.
Incoming search terms:
- jika uan ditiadakan dilihat dari segi ekonomi
- arti klamut
- karya tulis remesan
- karya tulis remesan dan
- klamut klamutan
- perang ranjang
- www main remes remesan
Tweets that mention Mengenang Mbah Maridjan | Just Another Blogger Boy -- Topsy.com
[...] This post was mentioned on Twitter by genter, Andrean Saputro. Andrean Saputro said: Mengenang Mbah Maridjan http://goo.gl/fb/jOOIF [...]
Ada beberapa hal yang memang di luar kuasa kita, namun tentunya ada hal yang positif juga yang dapat kita petik.
Yap..!
Saya sebenarnya sudah mulai bosan dengar nama Mbah Marijan dimana-mana. Apa korban yang lain tidak perlu dikenang juga?
Yang saya angkat bukan Mbah Marijan-nya doank tuh.. Lebih kepada kesederhanaan dan pengabdiannya.. Kalo bosen, saya juga bosen bos ngomongin pak Karno yang disebut sebagai proklamator sedangkan yang lain tidak. Padahal sama-sama berjuang. Gmn donk yes kalo begini?
hal yang patut dicontoh dari mbah maridjan adalah keberanian dan pengabdiannya kepada negara ini, juga kesederhanaan yang memang pantas untuk kita tiru sebagai generasi penerus bangsa ini….
jangan kita ikut semakin tamak akan harta dunia yang akhirnya dapat menelan korban orang yang tidak bersalah…..
selamat jalan semoga amal kebaikannya diterima kanjeng Gusti ALLAH SWT
Hehehe kemarin pagi saya barusan nonton video begitu di TV.
Semoga beliau diberikan tempat yang layak disininya. Dengan segala kelebihan dan kekuranganya sebagai manusia biasa, kita sudah menyaksikan sendiri bagaimana mbah marijan mengajarkan kita agar kukuh dengan keberanian dan kepercayaan kepada yang Maha Memberi.
Tutup usia dalam tugas. Anumerta. -cmiiw-
Mbah Marijan SETIA atau BUNUH DIRI?…
hanya Mbah Maridjan yang tau. Kalau saya pribadi sih ngeliatnya sebuah pengabdian..
batas antara setia pada pengabdian dan mbalelo jadi semakin sempit dalam kasus ini…
batas antara setia pada pengabdian dan mbalelo jadi semakin sempit dalam kasus ini.
si Mbah ga merasa seleb walau temenan ama Doni dan Denada
wah mbah,,,,,,semoga tenang di alam sana ya
Keahajaan itu harus menjadi milik kita
Mengenang Artis Legendaris Ida Kusumah | Alde Blog
[...] Mengenang Mbah Maridjan | Just Another Blogger Boy [...]