Libur Lebaran Ke Prambanan
Libur lebaran tahun ini diputuskan dalam waktu semalam untuk menghampiri salah satu dari banyak candi yang ada di Indonesia, Candi Prambanan. Berangkat bersama tiga orang pencari jati diri dan memang sangat hobby ngomongin candi belakangan ini. Kebetulan masing-masing juga mempunyai blog pribadi, Anjas Wijanarko dan Hassan.
Saya tidak akan bercerita banyak tentang sejarah atau seluk beluk candi Prambanan di sini. Mungkin Google dan Wikipedia atau guru sejarah lebih jago dan lebih detil bisa menceritakannya kepada anda. Di sini saya cuma mau narsis, agak filosofis dan mendadak jadi humoris lewat foto-foto yang bisa anda nikmati lewat layar monitor.
Untuk pembuktian bahwa saya benar-benar singgah di Candi Prambanan dan menanggulangi kemudahan asal comot foto hasil dari pencarian di Google untuk bahan posting, maka ada baiknya melihat otentifikasi jati diri saya di bawah ini. *Siap-siap bawa ember*



Nah sesuai keinginan posting yang berupa narsis, maka sudah layak kalau menaruh foto yang ada saya-nya lebih dari satu. Narsisss..
. Meskipun di bungkus dengan kata-kata otentifikasi. hehehe
Kalau anda mengamati tulisan di kaos saya, “Menyesal Jadi Orang Indonesia?”, apakah anda juga demikian. Menyesal atau bangga? Atau malah biasa-biasa saja dengan provokasi foto saya berikut ini?

Mana yang lebih baik? Membangun aset? Atau membangunkan gedung untuk para orang keset (pemalas)?
Indonesia punya banyak candi. Di negara lain, ada juga tapi tidak banyak. Semua orang pastinya kagum oleh salah satu simbol peradaban umat manusia ini. Kita yang hidup di jaman serba gadget ini hanya di tuntut untuk menjaga dan melestarikannya saja. Namun untuk membuat, saya rasa bangsa ini tak akan mampu. Ngga tau deh, gedung DPR yang baru akan dibuat itu apakah akan dijadikan sebuah pencapaian bangsa Indonesia.
Jika menganggap bisa membangun gedung mewah dengan bertrilyun-trilyun dana negara. Kenapa sampai saat ini candi yang menjadi aset bangsa ini hanya menjadi seolah-olah seperti sampah bebatuan?
Keindahan dan kekayaan dari sebagian kecil negeri ini hanya bule bisa yang bisa mengapresiasi lebih. Lihat betapa seriusnya mister ini mendokumentasikan perjalanannya ke candi Prambanan.

Dia menganggap kalau negaranya ngga punya benda seperti ini. Pentagon mah lewat!! (Pentagon lebih keren dari rencana gedur baru DPR kan?)
Kira-kira apa saja sih yang bikin bule-bule itu antusias? Yiukkk kita lihat-lihat candi-candi lain yang sempat tertembak oleh mata kamera saya.




Dan ini foto yang paling saya kagumi dari perjalanan wisata di candi Sewu.
Yah… Berharap saja pemimpin negri kita ini bersedia untuk mencopot tingkat kenarsisannya! Tidak melakukan pencitraan absurd dan semakin bijaksana seperti sifat Buddha. Semakin tinggi dan semakin menjauhkan diri dari nafsu duniawi. (Arupadhatu)
Yap,, sekian dulu postingan versi liburan mudik dari saya. Bagaimana mudik anda tahun ini?
Incoming search terms:
- arupadhatu
- prambanan yogyakarta
- benda segi lima
- ke prambanan
- mata kamera
setelah sukses bikin saya minum racun, sekarang sukses bikin saya #lospokus lagi.
*pura-pura ga lihat gambar provokasi* :p
Paska Libur Panjang, BKPP Sidak Pemkot Bogor | Indonesia Search Engine
[...] Libur Lebaran Ke Prambanan | Just Another Blogger Boy [...]
wah hebat, berawal dari candi, bisa sampai ke DPR sgala. hhehe . .
btw, kameramu sing voto nomer 1 joss..
salam knal..
Xixixi.. Itu kamerane kang Anjas.. Aku cuman nampang dan di candid..
Salam kenal. Dari Bengawan juga ya? :p
Gedung DPR sudah rusak padahal belum berusia ratusan tahun, sedangkan candi kita yang tua, walau sering dilalui ribuan orang per tahunnya, dan bahkan pernah porak poranda diterjang gempa, masih tetap lebih nyaman dipandang daripada menonton siaran ruang sidang dewan rakyat yang isinya kebanyakan orang tidur juga
.
@Cahya, Betul banget mas Cahya… Sekali-sekali orang DPR musti tidur di candi kalo begitu…hehe.
Wah, rupanya penggemar candi nih. Saya ke Prambanan kira-kira 5 tahun yang lalu. Saat itu mataharinya terik, sehingga terasa panas. Satu hal yang membuat saya salut adalah kwalitas bangunan atau situsnya. Bagaimana menyusun batu-batuan seperti itu? Wong pabrik semen saja belum ada. Dan memang tidak dibutuhkan tenaga ahli yang bergelar sarjana teknik sipil untuk membangun bangunan yang sekokoh itu. Coba bandingkan dengan sekarang. Kalau kita buat rumah baru saja, jika tidak ditunggui, ya tukang pasti kerjanya seenaknya, misalnya masang pondasi yang dangkal sekali, membuat tembok dengan semen seminim mungkin, dan belum lagi kalau sudah kelar pekerjaannya, para tukang mengambil perlengkapan pertukangan dan sisa-sisa bahan material, padahal kita yang beli. Jika cerminan saya ini benar berarti telah terjadi kwalitas moral bangsa kita yang sangat merosot. Kalau nyinggung pemerintah sih malas Mas. Pemerintah hanya bisa membangun dan tak pernah bisa merawatnya. Kalau tidak salah ingat, beberapa bagian situs di candi Prambanan sudah rusak dan kesannya tak terawat. Memang menjengkelkan kalau melihat tingkah aparat pemerintah. Giliran untuk kepentingan rakyat, dibilang uang tidak ada. Tapi demi kesenagan dan kemewahan, mereka berkata “Oh dana sudah dianggarkan sejak tahun lalu”. Saya kira cukup deh. Kalau pergi ke tempat wisata lainnya, jangan lupa buat dokumentasinya lagi ya. Kalau perlu direkam melalui video. Masak kalah dengan keong racun.
Salam kenal dari saya. Aryawan, Surabaya.
Nice post
lhoh komentarku ndi..?
Huwaaa ada foto yang gelap…
Harusnya pake blitz.
Saya setuju juga, lebih baik gunakan duit banyak untuk DPR itu untuk memugar dan perawatan candi2 di Indonesia.
Well, setidaknya di pulau Jawa dulu, di luar baru menyusul.
Di luar mungkin candi tidak banyak di temui. Namun keragaman yang lain itu akan semakin menarik kalau semua di urusin pemerintah.. Bukannya malah mempercantik gedung DPR yang hanya ada di satu tempat doank. gedungnya ngga menarik lagi! hehe..
Benar, menurut saya gedung yang sekarang ini udah bagus kok.
Yah, meskipun bentuknya dianggap sebagai “pesawat ufo” yang “aliennya suka tidur pas sidang”… *ngakak*
gambarnya gelap, jadi ga kelihatan wajahnya mas andre…
hehe.. Emang di set begitu mas.. Takut kenarsisan..
wah, asyik yah jalan2, hehe, liburan sih, sempetnya ke borobudur. lumayan lah…
Lapar mata nih. Jadi pengen segera mewujudkan wisata backpaker. Kalau dari Surabaya naik bus bisa langsung turun Prambanan nggak ya?
Bisa mas… Bis jurusan Surabaya-Yogyakarta buanyak.. Dan prambanan kebetulan memang dilewati jalur bis..
aduh, makin ngiler pengen segera meluncur kesana. makasih infonya.
sungkem sama sapa gan .. disana. . ? hheheh
indonesia banyak daerah wisata yang bisa memakmurkan rakyat cuma sayang sangat minin pengelolaannya
Saya tertarik sama kaosnya,,hehe; Salam kenal;
Bisa kok kalo mau pesen…
Wuih keren nih!
Bidikannya mantap!!!