Hari Berganti, Risetpun Selesai
Dua artikel sebelumnya di posting di hari yang sama. Tentu bukan karena saya ingin menjadi blogger koran dan itu bukan tipe saya. Saya hanya ingin melakukan pengamatan. Saya set hanya 1 hari, karena kalau kelamaan, branding sayalah yang jadi taruhannya. Saya belum mau ambil resiko..
Pengamatan apa itu?
- Seberapa jauh kebebasan nge-blog itu bisa diterima oleh semua pihak.
- Bisa atau tidak memaksakan genre blog lain masuk dalam satu komunitas.
Postingan pertama, saya angkat dengan tema penjara aturan bagi blogger.
Gaya bahasanyapun saya adopsi dari anekdot yang ada di surat kabar. Ada kasus (aturan) ada pula jawaban kethus. Saya bumbui lagi dengan opini suara hati (bersifat subyektif). Tingkat “kenyolotannya” sedang.
Respond yang ditujukan untuk studi kasus pertama:
- Aturan tidak serta merta bisa memandekan kreatifitas.
- Aturan itu dibuat oleh anggota komunitas dalam rangka saling berbagi. Aturan disini bukan dalam arti harafiah.
- Tidak ada aturan baku dalam ngeblog. Suka-suka tapi tetap terarah dan mengharap kreatifitas ada di dalamnya.
- Ada beberapa aturan konyol yang ada disekitar kita. Dan itu juga bisa menjadikan kita tidak bisa full berekspresi.
- Hidup ini tidak bisa lepas dari aturan dan “penjara”, dan kadang secara tidak sadar kita juga hanyut dalam aturan tersebut.
Studi kasus kedua. Saya berupaya menjadi “penyulut kemarahan” dengan menjadi pihak yang apatis terhadap blogger yang berlainan genre. Saya menambahkan contoh blog bergenre blogdiary yang survive sampai saat ini (Ngga oke donk kalau tidak saya carikan pembanding..) Dan saya tidak menaruh link mereka, hanya saya tulis. Karena memang ini hanya bersifat riset. Tingkat kenyolotannya: “Over Heat!!” Biar keluar semua pendapatnya..
Tingkat pengamatan nomer dua memang saya titik beratkan pada “Bisa ngga ya seorang blogger memaksakan topiknya untuk masuk ke dalam ?”
Dan respon yang diterima adalah:
- Kebebasan kita terbatas dengan kebebasan orang lain. Topik yang kita angkat belum tentu bisa di terima dari orang lain. Setiap topik ada pasarannya sendiri. Kita tidak boleh arogan untuk itu. Biarlah pembaca yang memilih.
- Kita tidak bisa lari pada kenyataan, bahwa the rules of the game’nya blogger itu memang hasil karya para blogger sendiri. Mereka tumbuh dan berkembang dengan apa yang disenangi dan apa yang diyakini. Dan penciptaan rulesnya juga bersifat alami. Blogger yang sukses dengan metode A misalnya, dia akan membagi metodenya kepada yang lain. Tanpa disadari, yang membacapun turut melakukan. Dan kalau berhasil, akan diturunkan juga kepada sahabat-sahabat di komunitas lainnya.
- Motivasi yang di dapat para blogger itu dengan cara yang berbeda-beda. Latar belakang cinta menulis, suka berdiary ria, termotivasi dari blogger lain, dan lain sebagainya.
Yah, saya hanya mencoba melakukan riset kecil. Saya sebenarnya masih punya pertanyaan-pertanyan lain. Tapi kita tunggu saja tanggal mainnya..hehe..
Thanks to Mas Iskandaria yang nampaknya sedikit terprovokasi dengan riset kedua..hehe..
(Sebenarnya mas Is adalah yang sering masuk ke blog ini, dan sayapun sering bertandang kesana..)
Dan Pak Heri Suarakelana yang menunjukan kedewasaan beliau dalam menghadapi tulisan berangasan saya.. hihi.
Dan pada akhirnya, kalau ada kekurangan dalam pengamatan ini tolong dimaklumi. Maklum karena baru mencoba satu kali ini..
Habis ini balik lagi ke cara posting metode lama. 2 atau 3 hari sekali..
Emang ada hubungannya ya antara Branding dan frekuensi posting?
Kenapa harus balik lagi ke dua atau tiga hari sekali?
*masih bingung*
@isnuansa, Maksudnya bukan di frekuensi posting mbak. Tapi postingannya sendiri, kemarin untuk riset ini saya terlihat arogan sekali dalam menulisnya karena ada maksudnya..hehe
Takut dicap blogger arogan!! wkwkwk
@isnuansa, pasti dong, blogger yang malas update artikel tentu nggak sama penilaiannya di mata blogger lain. Paling tidak, frekuensi update artikel menunjukkan seberapa bagus komitmen yang dimiliki.
.-= Agus Siswoyo´s last blog ..Gangguan-gangguan Yang Menyenangkan =-.
Saya sangat lega membaca postingan ini karena memancarkan kedewasaan dalam memandang sebuah fenomena. Acung 2 jempol deh! Sekaligus mohon maaf jika komentar sebelumnya terkesan agak nyolot :malu
@iskandaria, Hehe,, saya juga mas. Yang jadi pemicu kenyolotannya malah…
Oya,, jangan kapok mampir kemari yaw.. :hotrit
Sungguh suatu bahasan yang simple
.-= 2R´s last blog ..Kondisi Itu Bernama Zona Nyaman =-.
Batabig Pada Blogger Boy | Just Another Blogger Boy
[...] Sebelum postingan muncul di otak lalu mempublishnya berupa artikel, pastinya seorang blogger sudah minimal bisa meramalkan feedback dari para komentatornya. Begitu juga dengan 3 seri posting di luar kebiasaan ini. ( yang ini, ini plus ini). [...]
riset yang fantastis……ngeblog kuterima sejauh ini
@ekopras, diterima bagaimana mas?? hehe..