Eling lan Waspadha

Setelah ribut-ribut di Facebook ada pages “Everybody Draw Mohammed Day”, tadi siang lewat timeline Twitter saya ada fenomena kekejaman teknologi Social Media.

Butet Kertaradjasa kena tipu via YM yang membajak account dari Jajang C Noer. Motifnya sih sederhana. Si Jajang “Bajakan” ini ngakunya lagi butuh duit karena saudaranya masuk rumah sakit. Pinjem duit 2 juta rupiah dan minta di transfer ke nomer rekening atas nama Udin S dan bukan ke rekening Jajang sendiri karena Jajang “Bajakan” beralasan kalau kartu ATM-nya patah.

Teknologi social media kejam bukan? Tapi ijinkan saya mengemukakan pendapat.

Sebenarnya semua teknologi, ilmu pengetahuan alam, dan trend itu diciptakan manusia dengan prinsip “Almost Good Faith” yaitu dasar niatan baik. Tujuannya untuk menjadikan hidup manusia supaya lebih baik. Tapi tanpa memunafikan diri, teknologi adalah pisau tajam bermata dua. Satu sisi sangat tajam untuk mengatasi keterbatasan hidup manusia, tapi disisi lain akan amat sangat berbahaya bahkan bisa mengubah dan membunuh karakter dari penggunanya.

Lalu bagaimana?

Protes untuk tutup Facebook, anti social media, mengutuk pendirinya, serta mengeksklusifkan diri ?

Atau, belajar dari filsafat jawa yang mengatakan demikian “Eling lan Waspadha” ?

Itu kembali lagi ke nurani kita sebagai objek dari teknologi ini. Jelas kita tidak bisa menjauhkan diri dari semua hingar bingar teknologi. Dan tidak mungkin bisa mengubah jaman kembali ke masa purba. Yang pasti semakin maju peradaban hidup manusia, maka manusia semakin dituntut untuk mengimbanginya dengan hati dan nurani yang berbanding sejajar. Jika tidak maka yang di dapat adalah kemunafikan dan kemunduran personal.

Jadi bijaksana dan mendewasakan diri adalah modal penting untuk survive dalam dunia teknologi ini. Anggaplah fenomena dari social media sebagi refleksi dan tolak ukur manusia dan bangsa Indonesia dalam kesiapannya menghadapi gempuran teknologi yang akan terus berkembang pesat hari demi hari.

Alangkah bijaksananya kalau kita berpaham “Eling lan Waspadha” daripada hanya sekedar sebagai manusia berkarakter “Pendemo” yang tabrak sana tabrak sini tanpa menarik satupun pelajaran dari apa yang dihadapinya atau hanya memandang dari satu sisi (biasanya dari sisi negatifnya).

Absurd banget kan kalo misalnya kita mendemo pabrik Ratjoen Tikus hanya karena tetangga kita mati karena bunuh diri dengan memakan Ratjoen tersebut??

Monggo yang mau diskusi, bisa meninggalkan komentarnya…

Incoming search terms:

  • mengumbar privasi di blog

37 Comments

  1. Ahmad IM-bisnis

    namanya kejahatan bisa kapan saja dan dimana saja, jadi waspadalah!waspadalah!

    ← Reply

  2. Agus Siswoyo

    Ibarat sebilah pisau yang dipegang koki dan maling sapi. Tentu manfaat dan kerugian yang ditimbulkan tergantung pribadi masing-masing. Sikap waspada mutlak dibutuhkan dalam bergaul di dunia maya yang mengandalkan kepercayaan (trust) sebagai satu-satunya pengikat antar netters.
    .-= Agus Siswoyo´s last blog ..Blogroll, Oh Blogroll =-.

    ← Reply

  3. hakim

    memang teknologi zaman sekarang canggih2 tinggal kita aja yang harus pintar memanfaatkan untuk yang positif. semoga kejadian yang dialami butet ga terjadi lagi
    .-= hakim´s last blog ..Blog is the real social network =-.

    ← Reply

    • Andre

      @hakim, Harus di buat pelajran untuk selalu Eling lan Waspadha.. :)

      ← Reply

  4. Guru Go!Blog

    Si Butet saja yang katanya pinter mingsih bisa kena tipux ya mas, apalaji nyang wong ndeso-ndeso itu.

    SMS : “Selamat anda mendapatkan hadiah sebuah MOBIL, dengan syarat segera kirim uwang sebesar blink blink blink” :roll: :lol:

    ← Reply

    • Andre

      @Guru Go!Blog, hehe… Iya mas.. Kadang terlalu naif dengan teknologi malah bisa membuat orang kehilangan akal sehat.

      ← Reply

  5. Adhie//DesainQu

    Di dunia ini tidak ada teknologi yang salah, yang salah si pengguna teknologi tersebut.
    Nobel menciptakan dinamit yang sangat membantu para pekerja tambang. Tapi teknologi om Nobel ini digunakan untuk perang. Bukan salah Nobel, bukan salah teknologinya, salah orang yang perang kan?

    ← Reply

    • Andre

      @Adhie//DesainQu, Betul mas, hendaknya kembali ke masing-masing individu dalam melihat/memperlakukan teknologi..

      ← Reply

  6. Jeprie

    Menurut saya mengamankan diri di internet tidak terlalu sulit. Yang penting jangan terlalu mengumbar privacy.
    .-= Jeprie´s last blog ..Ikon Ballpoint dan Surat Gratis =-.

    ← Reply

    • Andre

      @Jeprie, Kalau di Socmed malah sedikit banyak privasi kita sudah ditelanjangi dengan sengaja.. Dan kitapun sadar akan hal itu..

      ← Reply

      • Jeprie

        @Andre,
        Mungkin bagi kebanyak orang begitu. Kalau saya tidak pernah menampilkan wajah asli, tidak menuliskan alamat (apalagi email), status, nama anggota keluarga lain. Pokoknya sesuatu yang bisa mengarah ke area personal, saya usahakan tersembunyi.

        Memang tidak terlalu aman, tapi masih mendingan dibanding orang lain.

        Sepertinya banyak yang tidak tahu kalau kita bisa membobol email berdasarkan informasi data di profil FB. Kasihan.
        .-= Jeprie´s last blog ..Cara Cepat Membuat Tekstur Kulit Realistis =-.

        ← Reply

  7. indobrad

    teknologi memang bisa jadi kawan sekaligus lawan. tapi pengendali tetap pada manusia. Motto-mu “Eling lan Waspada” itu saya pikir dapat mewakili seluruh opini yang beredar :)

    salam kenal
    .-= indobrad´s last blog ..Living Alone: A Thought =-.

    ← Reply

    • Andre

      @indobrad, Yap semua itu kembali ke manusianya sendiri kok mas.. Karena teknologi memang dari manusia untuk manusia.. :)

      ← Reply

  8. aas maesyanurdin

    betul mas, dimanapun harus eling lan waspada..terutama dunia online seperti ini…pertukaran informasi semakin tanpa batas dan tanpa kompromi.
    .-= aas maesyanurdin´s last blog ..Tips Ini Jangan Dibaca =-.

    ← Reply

    • Andre

      @aas maesyanurdin, Benar,, di era sekarang tidak ada kata kompromi bagi para penggunanya.. Semua informasi beredar bagai tanpa filter..

      ← Reply

  9. Fuvenanda

    Bener2 deh penipu zaman sekarang, semua media di manfaatkan buat hal2 yang merugikan orang lain.

    ← Reply

  10. iiN greeN

    waduuh, agak serem jg tuh yaaa… Bener deh mesti engeh alias waspada…!!!

    ← Reply

  11. delia

    Banyak membaca kisah2 orang yang melek teknologi malah kena tipu…
    ada yg silau iming2 hadiah atau simpathy kasus diatas….

    Sebaiknya apapun itu kita harus double check agar tidak ketipu,…
    jadi pelajaran buat kita untuk tidak mengalami hal yang sama….
    :cendol
    .-= delia´s last blog ..Makna Gaya Puma =-.

    ← Reply

    • Andre

      @delia, Iya mbak,, semoga kasus demi kasus di social media bisa menjadi pembelajaran….

      ← Reply

  12. adin

    saya juga setuju tuh bahwa bukan hal yang tepat kalau Facebook, twitter, ato lainnya yang ditutup…soalnya kalau alasannya adalah merugikan, padahal sebenarnya efek jeleknya tu cuma kecil dan itu pun karena kesalahan penggunanya….masa’ iya pabrik pisau di seluruh Indonesia harus ditutup karena ada orang yang pake pisau untuk bunuh orang?!hehehe, sekedar menambahkan…

    ← Reply

    • Andre

      @adin, Yap, fungsi Socmed yang positif lebih banyak.. Tapi seringnya yang ke ekspos malah sisi negatifnya…
      Trims tambahannya.. :)

      ← Reply

  13. Ardy Pratama

    yg membuat kan hanya sebagai penyedia aja, kdang yg menggunakan teledor. Misalnya lupa sign out..
    .-= Ardy Pratama´s last blog ..Alhamdulillah… Akhirnya… =-.

    ← Reply

  14. ada akbar?

    semua thu ada sisi baik dan sisi buruknya gan . .
    wajar . .
    ga offline ga online ..

    ntar di surga ga ada sisi buruknya :)
    .-= ada akbar?´s last blog ..Cinta sejati Untuk Siapa ? =-.

    ← Reply

  15. Ahmad IM-bisnis

    kolom replynya ditambahin dunk mas, biar seru ok
    .-= Ahmad IM-bisnis´s last blog ..Hosting Murah Indonesia Indositehost.com =-.

    ← Reply

    • Andre

      @Ahmad IM-bisnis, ok mas.. Saya set 3 aja kemarin krn belum rame2 bngt blog ini..
      Thanks buat masukannya.. :recsel

      ← Reply

  16. Asop

    Memang harus hati2 berselancar di jagat maya ini… :takut
    .-= Asop´s last blog ..Slow But(t) Sure =-.

    ← Reply

  17. iskandaria

    Makin banyak aja ya kasus yang terjadi di jejaring sosial. Saya malah baru tau dari tulisan mas Andre ini soal kasus Butet kena tipu. Namanya teknologi itu netral sih sifatnya. Sama halnya seperti pisau dapur. Bermanfaat kalau buat memotong sayur. Tapi bisa merugikan jika digunakan untuk ngebunuh orang :takut

    Yach, sebaiknya kita kembalikan saja fungsi utama masing-masing teknologi itu diciptakan. Sosial media atau situs jejaring sosial kan pada dasarnya diciptakan untuk mempermudah komunikasi antar keluarga dan orang-orang yang kita kenal. Termasuk untuk saling berbagi info terbaru secara mudah dan cepat.

    ← Reply

Leave a Reply

*