Olahraga

Stadion Manahan Solo

Sekedar memotret keadaan di dalam stadion Manahan, Solo. Saya suka dengan pertandingan sepakbola, namun jarang nonton ke stadion. Alasannya, saya malas antre tiket dan berdesak-desakan. Daripada ke stadion, saya lebih menikmati nonton bareng di kafe atau tempat umum. Atau alternatif baru, nonton di rumah tapi hebohnya di Twitter. Kadang cukup puas memaki-maki tim lawan dan akhirnya tim favorit saya keluar sebagai pemenang. :)


Karena Posterous, paltform blogging yang saya gunakan untuk nJepret!sme semakin lelet saja. Saya mencoba tetap berfoto-blogging ria dengan menggunakan media lain, Flickr. Cukup praktis dan terlihat baik dengan slideshow yang bisa di-embeed pada postingan blog.

Incoming search terms:

  • stadion manahan solo
  • manahan solo
  • stadion manahan
  • stadion solo
  • stadion terjelek di dunia
  • stadion terjelek
  • manahan
  • stadion di solo
  • stadium manahan solo
  • tetang manahan solo

Jelang Pertandingan INA vs URU: Tiket Pertandingan Untuk Diego Forlan

8 Oktober 2010, timnas sepakbola Indonesia akan menjamu timnas Uruguay. Timnas Indonesia yang masih berkubang di ranking 131 versi FIFA dan “selalu” mempunyai obsesi untuk berlaga di Piala Dunia akan berjuang melawan timnas Uruguay yang di Piala Dunia 2010 kemarin menjadi semi-finalis dan sekarang bercokol di rangking 7 versi FIFA.

Masa transisi dari era kepelatihan Benny Dollo dan sekarang Alfred Riedl, tentunya timnas Indonesia akan memainkan pola yang baru dalam sepakbola yang akan dimainkannya. Tak tahu akan seperti apa, yang jelas, para punggawa Garuda ini harusnya menciptakan perubahan yang berarti. Sebab, timnas Indonesia ini juga memiliki satu “kelucuan”, mau dilatih dari pelatih negara manapun, permainannya tetap sama!

Belum ada prestasi yang bisa dikategorikan memuaskan. Jagoan “Runner Up” adalah satu hal yang menghantui prestasi timnas Indonesia. Padahal jika ingin merajai turnamen, syarat mutlaknya harus juara! Nomer dua akan jadi sangat menyakitkan jika harus dilewati dari awal sampai akhir kompetisi yang berat dan tentunya menyakitkan harapan bangsa ini untuk menjadi yang pertama. Juara!

Timnas Indonesia

Setidaknya ada beberapa catatan beberapa pelatih asing yang pernah menangani Indonesia sebelum Alfred Riedl.  Tahun 1996-1997. Wullems, mencatatkan namanya sebagai pelatih asing pertama di Indonesia. Pelatih asal Belanda ini mengantarkan Indonesia sebagai finalis Sea Games 1997. Pola yang diusung saat itu adalah pola 3-5-2 corto stretto yang juga lagi “hot” di liga Indonesia saat itu, Primaverra.

Tahun 1999, Indonesia kembali di latih oleh Ivan Venkov Kolev. Pelatih asal Bulgaria ini juga tak memuaskan. Menurut saya, pola permainan timnas Indonesia pada saat ditangani allenatore ini sangat membingungkan. Kadang memainkan 4 gelandang yang tak tahu posisi aslinya, kadang menumpuk 5 gelandang sekaligus dalam polanya. Disini gunung, disana gunung, di tengahnya ada nunung. Pelatih bingung, pemainnya bingung, penontonnya juga bingung!

2004 hingga 2007. Peter Withe, pelatih asal Inggris juga tak membuahkan gelar bagi Indonesia. Lagi-lagi hanya mendapat runner-up.

Sekarang perhatian kita tentunya ke timas dan pelatih baru. Itu umumnya, kita penjamu. Namun lagi-lagi. Bangsa Indonesia sangat memegang teguh ungkapan ini “Tamu adalah RAJA”. Tak bisa sekalipun mengedipkan mata setiap melihat cowok-cowok impor.

Diego Forlan

Naasnya, iklan pertandingan ini yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta secara terang-terangan mengambil pemain Urugay menjadi bintangnya, Diego Forlan. Meskipun tak jadi datang, jika tiket sudah dipesan, tinggal ber-alibi saja, “Masih ada Luiz Suarez”. Media juga mem blow-up habis-habisan tentang timnas Uruguay, mulai dari kedatangan , tempat hotel menginap, latihan (lapangan dan di gym) sampai-sampai melibatkan kamera pengintai a.k.a hidden cam untuk “menguping” pembicaraan antara Panitia Penyelenggara (panpel) dengan salah satu agen pemain dari timnas Uruguay.

Liputan dari kondisi timnas Indonesia malah hanya memakan durasi 1-2 menit. Hanya tersiar pemain absen dan wawancara dari segelintir pemain. Alfred Riedl juga tidak tersorot oleh kamera.

Padahal seharusnya titik berat pertandingan ini adalah performa timnas Indonesia di bawah kepelatihan pelatih asing! Kalau cuma bisa meng hire pelatih asing tapi nihil gelar terus menerus buat apa? Kemana ekspetasi timnas Indonesia terhadap seorang Alfred Riedl?

Jadi sebenarnya kita ini mau lihat Diego Forlan atau Bambang Pamungkas? Melihat wajah ganteng atau ingin melihat performa meningkat dari timnas Indonesia yang tentunya juga ngga ganteng-ganteng amat?

Orang berbondong-bondong ke Senayan ingin melihat wajah bule atau menikmati pertandingan? Ataukah pemain kita akan kalah terlihat dengan bongsornya pemain Uruguay? Namun iklan di pertandingan ini sudah (dengan tidak langsung) menggiring kita ke arah sana. “Di GBK, Diego Forlan main tuh! Buruan beli tiket!” aah! Kamfreeettt!

Jadwal NBL Indonesia 2010/2011


DOWNLOAD JADWAL NBL INDONESIA 2010/2011

Sejarah Bola Basket

Bola basket memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Tercatat sejak tahun 1930-an, walau belum resmi menjadi sebuah negara yang merdeka, beberapa kota di Indonesia telah memiliki klub-klub lokalnya sendiri.

Walaupun belum memiliki induk olahraga nasional, pada saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama yang diadakan di Solo pada tahun 1948, bola basket telah [teruskan bacanya]

Nah sudah ada jadwal NBL-nya kan? Ngapain cuma liat jadwalnya. Catat jadwal tim NBL Indonesia  favorit anda dan dukung tim anda sampek ke tiang basket. Sebaiknya, sebelum seri I dimulai (16-24 Oktober). Kita sudah bersiap untuk memulai hajatan basket di Indonesia ini. Sayang kan kalau Slogan yang diangkat NBL Indonesia, “New season, new hope, for Indonesia” terasa hambar karena kurang penonton yang kebingungan cari jadwal pertandingan. Ayo! Nonton sambil liat cewek cakep kan enak tuh. :D (di lapangan bola basket banyak yang bening-bening lho..)

Wah tunggu dulu. Kan ada 2 kompetisi kan, antara NBL dan ABL. Terangin donk kak. Oke akan diterangin garis besarnya.

NBL sama dengan kompetisi IBL yang sudah bergulir di tahun-tahun sebelumnya. Tapi untuk rebranding dan menjadikat kompetisi bola basket di Indonesia agar semakin “cihuy”, maka di bentuklah NBL.

ABL ini sistemnya beda dengan Liga Champion (dalam sepakbola).

Bukan tim juara liga di negara itu yg terpilih untuk masuk ke ABL. ABL adalah liga kerjasama antar 6 klub dari 6 negara yang berbeda. Yang berkepentingan juga 6 klub itu sendiri. Bukan liga para jawara se ASEAN. Tiap tahun hanya Satria Muda yang bermain di NBL ini.

Beda halnya dengan Garuda Bandung yg mewakili Indonesia (dan atas nama Indonesia) ke Kejuaraan Antar-Klub FIBA.

Jagan dibandingkan seperti di sepakbola, hari ini main di Liga ini besok main di liga itu. Di basket itu sulit terjadi, kalaupun bisa itu akan merugikan performa tim dan pemain2 itu sendiri. NBL pun sengaja dibikin mundur jadwalnya menjadi seperti NBA (Oktober-maret/mei) untuk menyamakan dengan jadwal2 Internasional.

Tapi ada yang sangat disayangkan dari peraturan NBL. Yaitu, pemain yang berlaga di kompetisi NBL tidak boleh bermain di kompetisi ABL. Tapi ngga usah disayangkan simak dari blog MainBasket.Wordpress.Com

Incoming search terms:

  • jadwal nbl 2011
  • jadwal NBL
  • jadwal pertandingan basket 2011
  • jadwal pertandingan NBL 2011
  • nbl indonesia 2011
  • jadwal nbl indonesia
  • jadwal pertandingan NBL
  • jadwal pertandingan bola basket di indonesia
  • jadwal liga pertandingan nbl sekarang
  • NBL 2010

Sepakbola Masih Punya Manusia Kok

Barusan nonton #Ger vs #Eng di babak 16 besar putaran final Piala Dunia 2010 South Africa. Di tengah pertandingan, ada satu gol pemain Inggris yang di anulir wasit. Sontak di timeline @andreansaputro bermunculan tweet wasit tidak adil, wasit goblok, wasit buta dan olok-olokan lainnya.

Ini wajar bukan??? Iya, ini wajar dalam sepakbola. Tapi yang ngga wajar adalah penyulut olok-olokan tadi. “Menurut camera pengintai, itu harusnya goal lho!”. Disinilah peran wasit sudah berubah menjadi kambing hitam dari teknologi. Seolah-olah teknologilah yang paling berkuasa dalam pertandingan.

Munculah istilah baru, “memanusiakan” sepakbola! Titik masalahnya sih masih berkutat pada penggunaan teknologi. Mereka, kaum moralis yang mau memanusiakan tadi, inginnya meniadakan penggunaan teknologi untuk sepakbola dan berwacana supaya wasit di tambah menjadi 5 biji untuk setiap pertandingan. Biar adil, biar fair, biar lebih manusia!!

Tapi perlu diingat, dengan men cap wasit tidak becus dan meniadakan teknologi untuk memanusiakan itu saja sudah tidak adil! Kenapa? Karena segala bentuk teknologi itu juga tidak akan mengubah keputusan yang di ambil wasit di tengah pertandingan kok.

And its no fair yet! Wasit juga manusia, wasit juga punya khilaf dan hanya beda sedikit dengan Ariel; jika wasit khilaf dan tidak enak karena di protes. Ariel khilaf tapi sudah merasakan enak walaupun sama-sama di protes.

Jadi wacana meniadakan teknologi supaya memanusiakan sepakbola itu tidak penting, dan hanya menjadikan kita seperti orang munafik saja pada dunia jaman sekarang. Selamanya teknologi itu tidak akan pernah bisa membinasakan manusia, dan selamanya pula manusia itu tidak luput dari khilaf dan dosa.

Sekian dulu khotbah Piala Dunia dari saya, saya sambung lagi di A.S.A.P.

Piala Dunia 2010 Bukti Perubahan Kehidupan

Banyak yang bilang kalau Piala Dunia kali ini kurang greget. Apa benar!? Kalau bagi saya sih tetap greget kok, malahan saya punya beberapa hal yang menarik dan unik dari Piala Dunia 2010 kali ini.

Kita yang dibesarkan oleh sepakbola Eropa (Liga Inggris, Italia, Perancis, dan Spanyol) pasti sangat tidak familiar dengan bisingnya suara Vuvuzela. Bahkan mungkin tidak mengira kalau pertandingan sepak bola di teriaki oleh suara terompet yang pada awalnya terbuat dari gading gajah tersebut. Tapi inilah keunikan dari sepak bola Afrika. Vuvuzela…

Modernisasi sepak bola juga terlihat dari banyaknya tim-tim besar yang berjatuhan di awal-awal babak penyisihan grup. Tim yang di favoritkan malah di buat kewalahan oleh tim dengan predikat kuda hitam.

Nah dari sinilah nilai-nilai modernisasi sepakbola bisa menjadi cermin bagaimana dinamisnya kehidupan keseharian manusia di jaman sekarang.

Tidak ada lagi yang namanya pecundang sejati dan sebaliknya. Semua berkompetisi dengan peluang kemenangan yang sama. Tidak ada kata mutlak dan tidak ada prediksi. Semua berpeluang untuk sukses dalam menapaki kehidupan ini. Tentunya, modernisasi kompetisi kehidupan ini selalu menimbulkan hal-hal yang baru pula, dan mungkin tidak terduga.

Bagi yang bisa dan menjadi terbiasa menerima perubahan, mereka akan bisa menikmati kompetisi ini. Tapi yang terbiasa dengan kondisi statis dan berpegang pada aturan-aturan lama, mereka pasti menganggap ini sebagai sesuatu yang membosankan dan mungkin akan menjadi sangat menjengkelkan karena tidak bisa menerima kalau pola kehidupan dan kompetisi ini nyatanya memang benar-benar berubah.

Jadi gimana nih, are u ready to win?! Harus ready donk, sama-sama punya kesempatan untuk menang, ngapain harus memilih diam dan akhirnya kalah.. :)